Jumat, November 17, 2017

DOGMA SENTRAL BIOLOGI Molekuler

author photo
MERENYAHO.COM ~ Hallo pembaca blog MereNyaho, pada kesempatan kali ini dan di siang hari yang cukup terik ini, saya akan menuliskan mengenai pembelajaran DOGMA CENTRAL BIOLOGI Molekuler, mulai dari Pengertian Dogma Sentral, Perbedaan DNA dan RNA, Ekspresi gen, Proses Ekspesi Gen, dan penjelasan singkat mengenai Dogma Sentral, nah untuk lebih jelasnya silahkan simak informasi dibawah ini :) .

Dogma sentral biologi molekuler menyatakan bahwa DNA berisi instruksi untuk membuat protein, yang disalin oleh RNA. RNA kemudian menggunakan petunjuk untuk membuat protein. Singkatnya: DNA → RNA → Protein, atau DNA ke RNA ke protein.

Apakah selalu DNA ke RNA ke protein? Dogma sentral biologi molekuler. Diciptakan oleh Francis Crick. Dan dalam kata-katanya sendiri, “Aku menyebut ide ini sebagai dogma sentral, karena dua alasan yang saya duga. Saya sudah menggunakan kata hipotesis yang jelas dalam sekuens hipotesis, dan di samping ini saya ingin menunjukkan bahwa asumsi baru ini lebih sentral dan lebih bertenaga.”

Pengertian Dogma Sentral

DOGMA SENTRAL BIOLOGI Molekuler,Pengertian Dogma Sentral, Perbedaan DNA dan RNA, Ekspresi gen, Proses Ekspesi Gen, dan penjelasan singkat mengenai Dogma Sentral
Dogma Central
Apa itu Dogma Central Biologi Molekuler? Dogma sentral adalah proses ekspresi gen yang mengikuti tahapan-tahapan dalam info genetik yang terdiri proses dasar replikasi DNA,transkripsi DNA menjadi RNA, dan translasi RNA menjadi protein atau polipeptida.

Dalam sentral dogma, bahwa semua sel memiliki DNA yang merupakan kode genetik yang dapat dipergunakan untuk memproduksi protein dengan cara memproduksi mRNA. Perlunya mRNA dalam produksi protein karena DNA merupakan kode genetik yang sangat berharga sehingga perlu dibuat salinannya, yaitu dengan proses transkripsi. Setelah diperoleh salinan, maka salinan tersebut ditranslasi (diterjemahkan) menjadi urutan AA (asam amino).

DOGMA SENTRAL BIOLOGI Molekuler,Pengertian Dogma Sentral, Perbedaan DNA dan RNA, Ekspresi gen, Proses Ekspesi Gen, dan penjelasan singkat mengenai Dogma Sentral
DNA, RNA, dan Protein

Gen adalah bagian kromosom yang akan digunakan untuk mengkode protein. Gen memiliki daerah exon, intron dan daerah regulator (daerah yang dikenali faktor pembentuk transkripsi).
Exon adalah daerah pada gen yang diterjemahkan digunakan untuk mengkode pembentukan protein.
intron adalah bagian dari gen yang tidak dipergunakan untuk menterjemahkan kode protein tertentu. Bagian intron akan dihilangkan pada waktu pemrosesan RNA.

DOGMA SENTRAL BIOLOGI Molekuler,Pengertian Dogma Sentral, Perbedaan DNA dan RNA, Ekspresi gen, Proses Ekspesi Gen, dan penjelasan singkat mengenai Dogma Sentral
DNA Molecule


Asam nukleat adalah polinukleotida yang terdiri dari unit-unit mononukleotida, jika unit-unit pembangunnya dioksinukleotida maka asam nukleat itu disebut dioksiribonukleat (DNA) dan jika terdiri dari unit-unit mononukleotida disebut asam ribonukleat (RNA)

DNA (deoxyribonucleic acid) adalah asam nukleat yang merupakan biomolekul penyusun organisme yang terdapat dalam sel, umumnya pada inti sel (nukleus) yang berperan sebagai materi genetik, yang terdiri dari gugus fosfat, gula deoksiribosa,dan basa nitrogen, yang terdiri dari Adenin (A), Guanin (G), Sitosin (C) Timin (T).

DNA dan RNA mempunyai sejumlah sifat kimia dan fisika yang sama sebab antara unit-unit mononukleotida terdapat ikatan yang sama yaitu melalui jembatan fosfodiester antara posisi 3′ suatu mononukleotida dan posisi 5′ pada mononukleotida lainnya(Harpet, 1980).

Asam-asam nukleat seperti asam dioksiribosa nukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA) memberikan dasar kimia bagi pemindahan keterangan di dalam semua sel. Asam nukleat merupakan molekul makro yang memberi keterangan tiap asam nukleat mempunyai urutan nukleotida yang unik sama seperti urutan asam amino yang unik dari suatu protein tertentu karena asam nukleat merupakan rantai polimer yang tersusun dari satuan monomer yang disebut nukleotida(Dage, 1992).

Dua tipe utama asam nukleat adalah asam dioksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA). DNA terutama ditemui dalam inti sel, asam ini merupakan pengemban kode genetik dan dapat memproduksi atau mereplikasi dirinya dengan tujuan membentuk sel-sel baru untuk memproduksi organisme itu dalam sebagian besar organisme, DNA suatu sel mengerahkan sintesis molekul RNA, satu tipe RNA, yaitu messenger RNA(mRNA), meninggalkan inti sel dan mengarahkan tiosintesis dari berbagai tipe protein dalam organisme itu sesuai dengan kode DNA-nya (fessenden, 1990).

Perbedaan DNA dan RNA

Meskipun banyak memiliki persamaan dengan DNA, RNA memiliki perbedaan dengan DNA, antara lain yaitu (Poedjiati, 1994):
1. Bagian pentosa RNA adalah ribosa, sedangkan bagian pentosa DNA adalah dioksiribosa.
2. Bentuk molekul DNA adalah heliks ganda, bentuk molekul RNA berupa rantai tunggal yang terlipat, sehingga menyerupai rantai ganda.
3. RNA mengandung basa adenin, guanin dan sitosin seperti DNA tetapi tidak mengandung timin, sebagai gantinya RNA mengandung urasil.
4. Jumlah guanin dalam molekul RNA tidak perlu sama dengan sitosin, demikian pula jumlah adenin, tidak perlu sama dengan urasil.

Selain itu perbedaan RNA dengan DNA yang lain adalah dalam hal (Suryo, 1992):
1. Ukuran dan bentuk
Pada umumnya molekul RNA lebih pendek dari molekul DNA. DNA berbentuk double helix, sedangkan RNA berbentuk pita tunggal. Meskipun demikian pada beberapa virus tanaman, RNA merupakan pita double namun tidak terpilih sebagai spiral.

2. Susunan kimia
Molekul RNA juga merupakan polimer nukleotida, perbedaannya dengan DNA yaitu:
a. Gula yang menyusunnya bukan dioksiribosa, melainkan ribosa.
b. Basa pirimidin yang menyusunnya bukan timin seperti DNA, tetapi urasil.

3. Lokasi
DNA pada umumnya terdapat di kromosom, sedangkan RNA tergantung dari macamnya, yaitu:
a. RNA d(RNA duta), terdapat dalam nukleus, RNA d dicetak oleh salah satu pita DNA yang berlangsung didalam nukleus.
b. RNA p(RNA pemindah) atau RNA t(RNA transfer), terdapat di sitoplasma.
c. RNA r(RNA ribosom), terdapat didalam ribosom.

4. Fungsinya
DNA berfungsi memberikan informasi atau keterangan genetik, sedangkan fungsi RNA tergantung dari macamnya, yaitu:
a. RNA d, menerima informasi genetik dari DNA, prosesnya dinamakan transkripsi, berlangsung didalam inti sel.
b. RNA t, mengikat asam amino yang ada di sitoplasma.
c. RNA t, mensintesa protein dengan menggunakan bahan asam amino, proses ini berlangsung di ribosom dan hasil akhir berupa polipeptida.

Perbedaan DNA dan RNA secara singkat
• RNA = ribonucleic acid
• Rantai tunggal / 1 untai polynukleotida.
• Terdiri dari gula ribosa
• basa nitrogen : Adenin, Urasil, Cytisin, Guanin
• pada saat proses sintesis protein dari inti sel keluar ke sitoplasma, kemudian diterjemahkan di ribosom.

Sedangkan DNA
• DNA = deoxyribo nucleic acid
• Rantai ganda, double helix, 2 untai polynukelotida
• Memiliki gula deoksiribosa (kehilangan 1 oksigen)
• basa nitrogen: Adenin, Timin, Cytosin, Guanin
• terdapat dalam nucleus / inti sel

mRNA adalah Salinan DNA yang akan digunakan untuk pembentukan protein (koding RNA). Ada juga RNA yang tidak digunakan untuk membentuk kode protein (non koding RNA).
tRNA adalah RNA yang digunakan untuk penterjemah kode protein. Beberapa RNA kecil berperan sebagai enzim yang membantu proses pembentukan protein.

Ekspresi gen

DOGMA SENTRAL BIOLOGI Molekuler,Pengertian Dogma Sentral, Perbedaan DNA dan RNA, Ekspresi gen, Proses Ekspesi Gen, dan penjelasan singkat mengenai Dogma Sentral
Chromosom dan DNA

Ekspresi gen adalah serangkaian proses penerjemahan informasi genetik dalam bentuk urutan basa pada DNA atau RNA menjadi protein (fenotipe). Informasi yang dibawa bahan genetik tidak bermakna apa pun bagi suatu organisme apabila tidak diekspresikan menjadi fenotipe.

Sel-sel tubuh kita berbeda walaupun gen/DNA-nya sama. Misalnya sel neuron lebih besar dari sel lymphocyte. Dalam Ekspresi gen, contohnya pada gen tertentu (mis : gen C) pada saat dikandungan diekspresikan kecil, tetapi pada saat dilahirkan ekspresinya meningkat sedangkan ekspresi gen A dan B kebalikannya. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, diantaranya: faktor lingkungan atau dari dalam sel itu sendiri yang memicu ekspresi sel tersebut.

Proses Ekspresi Gen

Pada saat transkripsi DNA double helix menghasilkan salinan yang dipicu oleh enzim RNA polymerase yang akan membentuk RNA. Yang digunakan sebagai cetakan adalah DNA dari 3’-5’ (nomor atom gula penyusun DNA). Sehingga dihasilkan RNA dari 5’-3’. Arahnya satu arah: 3’-5’ yang digunakan sebagai cetakan, bisa digunakan bagian atas/bawah, tetapi cetakannya tetap 3’-5’.

Untuk melakukan penyalinan perlu enzim RNA polymerase: I, II, III. Yang paling banyak digunakan untuk membentuk RNA yang memkode protein RNA polymerase II, RNA polymerase I:pembentukan rRNA, RNA polymerase III: rRNA dan tRNA.

Hampir seluruh gen memiliki daerah pada promotor yang memiliki susunan basa (TATA box) karena bentuknya banyak basa nitrogennya TATA. Biasanya memiliki 25 bp (base pair) upstream (+ 25 dari titik nol gen) yang merupakan daerah pertama (start point of transcription). TATA box digunakan untuk membaca sehingga dapat diketahui dimana suatu gen dimulai disalin. Jadi TATA box merupakan daerah awal transkripsi.

Elemen merupakan sequens/urutan nukleotida pada DNA dengan suatu urutan basa tertentu (dengan motif tertentu) yang akan dikenali oleh faktor transkripsi terutama TATA box dan faktor/elemen lain yang membantu memulai proses transkripsi. Elemen lain itu memiliki susunan nukleotida tertentu (motif TTT) yang akan dikenali faktor transkripsi umum (general transcription factor) yg sama untuk semua gen. Faktor transkripsi akan membantu pelekatan RNA polymerase pada daerah promotor gen untuk memulai proses transkripsi. Proses mulai transkripsi banyak yang terlibat. Ada faktor-faktor transkripsi yang membantu TATA box yang mengenali RNA polymerase. Daerah regulator gen tidak selalu di depan, tapi bisa di belakang atau di tengah. Kesemuanya akan mempengaruhi apakah RNA polymerase dapat berjalan/bekerja dengan baik atau tidak. Bila ada repressor maka akan menghambat proses pelekatan aktifator transkripsi sehingga RNA polymerase tidak bekerja dan pergi sehingga proses trankripsi tidak akan terjadi. Bila ada activator maka akan membantu RNA polymerase untuk bekerja, tetapi kalau repressor maka akan menghambat kerja RNA polymerase sehingga proses transkripsi tidak berjalan.

Selanjutnya RNA yang terbentuk (mRNA) akan mengalami pemerosesan mRNA yaitu capping, splicing, Penambahan poly A. Lalu mRNA akan keluar dari inti sel dan menuju ribosom. Di ribosom akan terjadi proses translasi, penerjemahan kedalam bahasa asam amino (AA). Kemudian akan terbentuk protein. Protein setelah dibentuk perlu diproses lebih lanjut agar bisa digunakan (folding).

DNA Anda, atau asam deoksiribonukleat, mengandung gen yang menentukan siapa Anda. Bagaimana molekul organik ini dapat mengontrol karakteristik Anda? DNA berisi petunjuk untuk membuat semua protein dalam tubuh Anda. Protein, pada gilirannya, menentukan struktur dan fungsi semua sel Anda. Apa yang menentukan struktur protein? Ini dimulai dengan urutan asam amino yang membentuk protein. Instruksi untuk membuat protein dengan urutan yang benar dari asam amino yang dikodekan dalam DNA.

DNA ditemukan dalam kromosom. Dalam sel eukariotik, kromosom selalu tetap dalam inti, tetapi protein akan dibuat di ribosom pada sitoplasma. Bagaimana petunjuk dalam DNA sampai ke tempat sintesis protein di luar inti? Tipe lain dari asam nukleat mengambil alih tanggung jawab ini. Asam nukleat ini RNA, atau asam ribonukleat. RNA merupakan molekul kecil yang dapat masuk melalui pori-pori pada membran inti. Ini membawa informasi dari DNA di dalam inti ke ribosom dalam sitoplasma dan kemudian membantu merakit protein. Secara singkat:

DNA → RNA → Protein

Menemukan urutan kejadian adalah tonggak utama dalam biologi molekuler. Hal ini disebut dogma sentral biologi molekuler. Anda dapat menonton video tentang dogma sentral dan konsep-konsep lain dalam pelajaran ini pada video dibawah.


Diatas adalah video yang menjelaskan mengenai media pembelajaran Dogma Sentral / Central, Silahkan disimak baik baik yah.

Penjelasan Singkat Mengenai Dogma Sentral Biologi Molekular


Dogma sentral biologi molekuler menyatakan bahwa DNA berisi instruksi untuk membuat protein, yang disalin oleh RNA. RNA kemudian menggunakan petunjuk untuk membuat protein. Singkatnya: DNA → RNA → Protein, atau DNA ke RNA ke protein.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post