Kamis, Oktober 05, 2017

Struktur dan Fungsi Akar Pada Tumbuhan

author photo
Struktur dan Fungsi Akar Pada Tumbuhan ~ Hallo Pembaca Blog MereNyaho, pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan mengenai Akar dan yang akan dibahas pada kesempatan kali ini yaitu mengenai Struktur Akar Tumbuhan dan Fungsi Akar Pada Tumbuhan , untuk lebih jelasnya silahkan disimak pada tulisan dibawah ini.

Akar tumbuhan merupakan struktur tumbuhan yang terdapat di dalam tanah. Akar sebagai tempat masuknya mineral (zat-zat hara) dari tanah menuju ke seluruh bagian tumbuhan. Akar merupakan kelanjutan sumbu tumbuhan.

Coba amati sistem perakaran tumbuhan monokotil (misalnya rumput-rumputan) dan tumbuhan dikotil (misalnya tanaman cabe). Akar tumbuhan monokotil tersusun dalam sistem akar serabut, sedangkan akar tumbuhan dikotil tersusun dalam sistem akar tunggang.

Apa Itu Akar Pada Tumbuhan ?


Apakah Anda tahu bahwa apa yang Anda lihat di atas tanah pada tumbuhan benar-benar ditentukan oleh apa yang Anda tidak dapat lihat di bawah tanah? Apa yang terjadi di bawah tanah, di mana akar tumbuhan hidup, pertumbuhan tumbuhan terjadi. Semakin besar dan sehat sistem akar akan menghasilkan tumbuhan lebih besar dan sehat. Apa yang akar lakukan? Banyak hal.

Salah satunya adalah untuk memberikan jangkar pada tumbuhan untuk tetap di tempat. Lebih penting lagi, akar adalah jalur kehidupan tumbuhan, mengambil udara, air, dan nutrisi dari tanah dan memindahkan mereka ke dalam daun, di mana mereka dapat berinteraksi dengan sinar matahari untuk menghasilkan gula, rasa, dan energi untuk tumbuhan. Itulah keajaiban bagaimana hal-hal berkembang.

Selain itu, ahli biologi telah baru-baru ini menemukan bahwa akar sebenarnya mengeluarkan senyawa yang mempengaruhi mikroorganisme dalam tanah, melakukan hal-hal seperti membantu untuk melindungi tumbuhan dari penyakit dan membantu menyerap nutrisi dalam tanah. Ada banyak aktivitas yang terjadi bawah tanah.

Sistem akar tanaman terus-menerus menyediakan batang dan daun dengan air dan mineral terlarut. Dalam rangka untuk mencapai hal ini akar harus tumbuh menjadi daerah baru di dalam tanah. Pertumbuhan dan metabolisme dari sistem akar tanaman didukung oleh proses fotosintesis yang terjadi di daun. Fotosintat dari daun diangkut melalui floem ke sistem akar. Struktur akar membantu dalam proses ini. Bagian ini akan meninjau bagian-bagian akar dan fungsinya.

Akar primer, atau radikula, adalah organ pertama yang muncul ketika benih berkecambah. Tumbuh ke bawah ke dalam tanah sebagai penahan bibit. Dalam gymnosperma dan tumbuhan dikotil, radikula menjadi akar tunggang. Tumbuh ke bawah, dan bercabang, atau sekunder kemudian tumbuh akar lateral. Jenis sistem ini yang kemudian disebut sistem akar tunggang. Dalam beberapa tanaman, seperti wortel dan lobak, akar tunggang yang berfungsi sebagai organ penyimpanan dan menjadi bengkak dengan bahan makanan.

Rumput dan tumbuhan monokotil lainnya memiliki sistem akar serabut, ditandai dengan massa akar dengan diameter yang hampir sama. Jaringan akar ini tidak muncul sebagai cabang dari akar utama tetapi terdiri dari banyak akar percabangan yang muncul dari pangkal batang.

Akar tumbuh panjang terkait dengan tujuan mereka yaitu mencari air dan sumber mineral. Ujung sangat akar ditutupi oleh pelindung yang disebut tudung akar. Tepat di belakang tudung akar terletak meristem apikal yaitu jaringan sel yang aktif membagi.

Struktur Akar Tumbuhan dan Fungsi Akar Pada Tumbuhan
akar tunggang dan serabut

Struktur Akar Pada Tumbuhan


Struktur Anatomi Akar terdiri atas beberapa jaringan. Pada penampang melintang akar muda, susunan lapisan akar dari luar hingga ke dalam adalah epidermis, korteks, endodermis, dan stele.

Morfologi (Struktur Luar) Akar

Struktur Akar Tumbuhan dan Fungsi Akar Pada Tumbuhan
Struktur Luar Akar

Ukuran panjang akar tergantung pada jenis tumbuhan. Misalnya tumbuhan apel memiliki akar yang panjang. Selain itu panjang akar dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal yang mempengaruhi panjang akar misalnya porositas tanah, tersedianya air dan mineral dalam tanah, serta kelembapan tanah. Misalnya, tumbuhan yang hidup di gurun memiliki akar yang panjang.
Morfologi akar tersusun atas batang akar, ujung akar, tudung akar, dan rambut akar.

Morfologi (struktur luar) akar tersusun atas rambut akar, batang akar, ujung akar, dan tudung akar.
Ujung akar merupakan titik tumbuh akar. Ujung akar terdiri dari jaringan meristem yang sel-selnya berdinding tipis dan aktif membelah diri. Ujung akar dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Tudung akar berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah. Untuk memudahkan akar menembus tanah, bagian luar tudung akar mengandung lendir.

Pada akar, terdapat rambut-rambut akar yang merupakan perluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar. Adanya rambut-rambut akar akan memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Rambut-rambut akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek. Bila akar tumbuh memanjang ke dalam tanah maka pada ujung akar yang lebih muda akan terbentuk rambut-rambut akar yang baru, sedangkan rambut akar yang lebih tua akan hancur dan mati.

Epidermis

Epidermis akar tersusun dari selapis sel. Dinding sel epidermis tipis dan biasanya tanpa kutikula. Namun, pada akar napas dari Archidaceae dan Araceae yang merambat dan hidup di daerah tropika, epidermis berkembang menjadi berlapis banyak. Bentuk sel epidermis demikian disebut velamen.

Pada umumnya, akar memiliki penonjolan sel-sel epidermis yang tegak lurus terhadap permukaan akra dan berbentuk tabung. Penonjolan sel-sel epidermis demikian dikenal sebagai rambut akar, rambut akar biasanya terdapat di belakang ujung akar dengan panjang satu hingga beberapa sentimeter. Dengan adanya rambut akar, luas permukaan penyerapan (berupa air dan garam mineral) menjadi bertambah.

Korteks

Korteks dibangun oleh sel-sel parenkim berdinding tipis. Selanjutnya sel tersebut tidak tersusun rapat sehingga memungkinkan air dan garam mineral bergerak melalui korteks tanpa masuk kedalam sel. Sel-sel korteks mengandug butir-butir pati sehingga fungsinya dikaitkan sebagai tempat penyimpanan makanan.

Endodermis

Endodermis adalah selapis sel yang membatasi korteks dengan stele (perisikel). Pada dinding sel-sel endodermis terdapat lapisan suberin dan lignin yang bersifat impermeabel.Lapisan tersebut menempel mengelilingi dinding radial dan dinding melintang sehingga membentuk struktur yang disebut pita kaspari. Adanya pita kaspari menyebabkan air dan garam mineral tidak dapat masuk melintasi dinding sel. Untuk mencapai stele, air dan garam mineral akan masuk melalui sel-sel endodermis lainnya yang tidak mengalami penebalan. Sel-sel endodermis demikian di sebut sel penerus. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa endodermis berfungsi mengatur masuknya garam-garam mineral ke dalam stele.

Stele

Stele (silinder pusat atau silinder pembuluh) terdiri atas jaringan pembuluh dan jaringan penunjang. Pada bagian terluar stele terdapat satu atau beberapa lapisan sel yang disebutperisikel. Perisikel memiliki kemampuan untuk membelah dan berkembang membentuk cabang atau akar lateral.

Bagian utama dari stele adalah berupa jaringan pembuluh. Xilem tampak seperti bentuk bintang karena adanya penonjolan radial dari daerah pusat ke arah perisikel. Sementara itu floem ditemukan diantara penonjolan-penonjola xilem. Susunan jaringan pembuluh demikian terdapat pada akar dikotil. Berbeda dengan akar tumbuhan dikotil, pada akar tumbuhan monokotil letak xilem dan floem bersalang membentuk lingkaran.

Pada umumnya, akar tumbuhan dikotil memiliki pertumbuhan sekunder . sel-sel yang teradapat di antara xilem dan floem berfungsi sebagai kambium pembuluh. Sebaliknya akar tumbuhan monokotil tidak memiliki pertumbuhan sekunder. Sel-sel yang terdapat diantara xilem dan floem akan tumbuh menjadi sel-sel parenkim dan sel sklerenkim.

Fungsi Akar Pada Tumbuhan


Meskipun tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil memiliki sistem perakaran yang berbeda, tetapi fungsi akar pada tumbuhan tersebut sama. Akar merupakan organ pada tumbuhan yang berfungsi sebagai berikut :

  • Untuk menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dari dalam tanah.
  • Untuk menunjang dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya.
  • Pada beberapa jenis tumbuhan, akar berfungsi sebagai alat bernapas, misalnya pada tumbuhan bakau.
  • Pada beberapa jenis tumbuhan, akar berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan atau sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Misalnya, wortel memiliki akar tunggang yang membesar, berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Pada tanaman sukun, dari bagian akar dapat tumbuh tunas yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.
  • Proses Penyerapan Air dan Mineral serta Pengangkutannya
  • Air dan mineral dari tanah masuk ke tumbuhan melalui ujung akar dan rambut-rambut akar. Adanya rambut-rambut akar menyebabkan daerah penyerapan air dan mineral menjadi luas.
  • Air dan mineral yang diserap oleh rambut-rambut akar akan menuju ke pumbuluh kayu (xilem). Pengangkutan air dan mineral yang larut tersebut mengalir dari sel ke sel dengan arah horizontal, yaitu dari sel epidermis menuju ke korteks dan endodermis sampai akhirnya ke pembuluh kayu.

Struktur Akar Tumbuhan dan Fungsi Akar Pada Tumbuhan
Proses penyerapan air dan Mineral Serta Pengangkutannya

Air dan mineral dapat mengalir karena adanya perbedaan kepekatan (konsentrasi) cairan di antara sel-sel yang dilaluinya. Aliran air dan mineral dari rambut akar, epidermis, korteks, endodermis, hingga pembuluh kayu terjadi di luar berkas pembuluh, sehingga disebut pengangkutan ekstravaskuler. Air dan mineral setelah sampai di pembuluh kayu akar, selanjutnya akan diangkut ke daun sebagai bahan untuk fotosintesis. Pengangkutan air dan mineral ke daun melalui pembuluh kayu pada batang, cabang, dan daun. Karena pengangkutan air dan mineral ini melalui berkas pembuluh angkut, yaitu pembuluh kayu (xilem), maka disebut pengangkutan vaskuler.

Cara penyerapan air dan mineral dari dalam tanah oleh rambut-rambut akar berlangsung secara osmosis. Osmosisadalah pergerakan (perpindahan) zat dari larutan yang kurang pekat (berkonsentrasi rendah) ke larutan yang lebih pekat (berkonsentrasi tinggi) melalui selaput semipermeabel. Selaput semipermeabel adalah selaput pemisah yang hanya dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang larut di dalamnya. Umumnya sel-sel pada tumbuhan bersifat semipermeabel termasuk sel-sel rambut akar. Selain itu, cairan sel pada rambut-rambut akar lebih pekat daripada air tanah, sehingga air tanah dan mineral yang terlarut akan masuk ke dalam sel-sel rambut-rambut akar secara osmosis.

Setelah rambut-rambut akar menyerap air tanah, cairan selnya menjadi kurang pekat bila dibandingkan dengan cairan di dalam sel-sel korteks. Dengan demikian, secara osmosis air dan mineral dari sel-sel rambut mengalir ke sel-sel korteks. Dengan cara yang sama, air dan mineral akan mengalir ke endodermis dan akhirnya sampai ke pembuluh kayu akar.

Selain secara osmosis, proses penyerapan air dan mineral juga melalui proses transpor aktif. Transpor aktif adalah sistem transpor ion-ion dan molekul-molekul melalui membran (selaput) sel dengan menggunakan energi. Mineral dari tanah secara transpor aktif masuk ke dalam sel tumbuhan melawan gradien konsentrasi, yaitu dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi.

Air yang masuk ke dalam sel tumbuhan menyebabkan tekanan pada dinding sel. Keadaan tegang yang ditimbulkan antara dinding sel dengan isi sel setelah menyerap air disebut turgor. Sedangkan tekanan yang ditimbulkan disebut tekanan turgor.

Akar Sebagai Alat Pernapasan pada Tumbuhan


Tumbuhan yang hidup di hutan bakau umumnya memiliki akar khusus untuk bernapas, yaitu akar napas. Akar napas tumbuh tegak pada pangkal batang tumbuhan bakau.

Akar napas memiliki banyak celah sebagai tempat masuknya udara. Pada umumnya tanah di hutan bakau berlumpur dengan kandungan oksigen yang rendah. Oleh karena itu, akar napas yang dimiliki oleh tumbuhan yang hidup di hutan bakau berguna untuk beradaptasi terhadap kandungan oksigen yang rendah. Tumbuhan di hutan bakau yang memiliki akar napas misalnya Avicennia (api-api), Sonneratia (pidada), dan Bruguiera (tanjang).

Beberapa jenis tumbuhan bakau juga memiliki akar gantung. Akar gantung tumbuh dari bagian batang di atas tanah dan tumbuh ke arah tanah. Pada saat masih menggantung, akar gantung berfungsi untuk bernapas (menyerap udara). Setelah mencapai tanah, bagian akar yang masuk ke dalam tanah
berfungsi seperti akar biasa, yaitu menyerap air dan mineral.

Seperti organ-organ tumbuhan yang lain, yaitu daun dan batang, akar yang ada di dalam tanah ternyata juga melakukan pernasapan. Pernapasan pada akar terutama terjadi pada akar yang masih muda. Untuk pernapasan dibutuhkan oksigen dan akan dihasilkan energi. Selanjutnya energi ini digunakan akar untuk menyerap air dan mineral.

Anda Telah Membaca Struktur Akar Pada Tumbuhan dan Fungsi Akar Pada Tumbuhan, Semoga bisa dijadikan sebagai referensi pembelajaran, jika masih ada pertanyaan yang belum terjawab oleh tulisan diatas, silahkan berikan pertanyaanmu lewat kolom komentar terima kasih :)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post