Minggu, Oktober 01, 2017

Klasfifikasi dan Jenis Kelompok Sosial Menurut Para Ahli

author photo
Klasfifikasi dan Jenis Kelompok Sosial Menurut Para Ahli | Hallo Pembaca Blog MereNyaho, pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan mengenai sosial dan yang akan dibahas pada kesempatan kali ini yaitu mengenai Klasfifikasi dan Jenis Kelompok Sosial Menurut Para Ahli , untuk lebih jelasnya silahkan disimak pada tulisan dibawah ini.

Jenis Kelompok Sosial Bierstedt dan Emile Durkheim

Klasfifikasi dan Jenis Kelompok Sosial Menurut Para Ahli
Klasfifikasi dan Jenis Kelompok Sosial Menurut Para Ahli

Berkumpul merupakan salah satu kebutuhan manusia modern sebagai realitas kehidupan sosial manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu hidup dalam kelompok tertentu. Hal ini karena manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain. Dengan adanya hubungan timbal balik dalam suatu kelompok masyarakat maka manusia akan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Terbentuknya suatu kelompok sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor, hal ini menyebabkan antara kelompok sosial yang satu dengan kelompok sosial yang lain memiliki perbedaan, baik itu dalam pola pikir, tujuan hidup maupun tingkah laku atau kepribadian manusia itu sendiri.

Menurut Robert Bierstedt, ada tiga kriteria untuk membedakan jenis kelompok, yaitu:

1. Ada tidaknya organisasi.
2. Ada tidaknya hubungan sosial di antara anggota kelompok.
3. Ada tidaknya kesadaran jenis

Berdasarkan kriteria tersebut, Bierstedt membedakan kelompok menjadi empat jenis, yaitu:

1. Kelompok statistik (statistical group)

Kelompok statistik adalah kelompok yong bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial. Misalnya, kelompok umur.

2. Kelompok sosial (social group)

Kelompok sosial adalah kelompok yang anggotanya memiliki hubungan satu dengan yang lainnya. tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.

3. Kelompok kemasyarakatan (society group)

Kelompok kemasyarakatan adalah kelompok yang memiliki persamaan, tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.

4. Kelompok asosiasi (associational group)

Kelompok asosiasi adalah kelompok yang anggotanya ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama.

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya kelompok sosial yang terbentuk dalam masyarakat multicultural memiliki bentuk-bentuk yang teratur dan tidak teratur.

Pembagian kerja yang berkembang pada masyarakat tidak mengakibatkan disintegrasi masyarakat yang bersangkutan, tetapi justru meningkatkan solidaritas karena bagian-bagian dari masyarakat menjadi saling tergantung satu sama lain.

Emile Durkheim membedakan kelompok sosial menjadi :

1. Solidaritas mekanik

Solidaritas mekanik merupakan bentuk solidaritas yang menandai masyarakat yang masih sederhana di mana kelompok-kelompok manusia tinggal secara tersebar dan hidup terpisah satu dengan yang lain. Tipe solidaritas ini bisa dijumpai pada masyarakat yang masih sederhana dan mempunyai struktur sosial yang bersifat segmenter. Struktur sosial ini terdiri atas segmen-segmen yang homogen
dan kurang menunjukkan keterpaduan satu sama lain.

Apabila satu segmen hilang maka kehilangan ini boleh dikatakan tidak berpengaruh terhadap keseluruhan struktur masyarakat. Dalam masyarakat ini, semua anggotanya mempunyai kesadaran kolektif yang sama.

2. Solidaritas organik

Solidaritas organik merupakan bentuk solidaritas yang mengikat masyarakat kompleks yang telah mengenal pembagian kerja yang rinci dan dipersatukan oleh saling ketergantungan antarbagian. Setiap organ memiliki ciri-ciri masing-masing yang tidak dapat diambil alih oleh organ yang lain. Berlawanan dengan masyarakat segmenter, di dalam masyarakat solidaritas, dalam organisasi terdapat saling ketergantungan yang besar, sehingga mengharuskan adanya kerjasama. Berbeda dengan solidaritas mekanik yang didasarkan pada hati nurani kolektif, solidaritas organik didasarkan pada hukum dan akal.

Klasfifikasi Kelompok Sosial Menurut Para Ahli


Beberapa ahli sosial mengklasifikasikan kelompok sosial atas beberapa tipe dan bentuk, di antaranya :

1) Emile Durkheim (1858-1917) **

Emile Durkheim, dalam bukunya yang berjudul The Division of Labour in Society (1968) membedakan antara kelompok yang didasarkan pada solidaritas mekanis dan kelompok yang didasarkan pada solidaritas organis.

• Kelompok dengan Solidaritas Mekanis

Dalam masyarakat dengan solidaritas mekanis, yang diutamakan adalah persamaan perilaku dan sikap. Seluruh warga masyarakat diikat oleh kesadaran kolektif, yaitu suatu kesadaran bersama yang mencakup keseluruhan kepercayaan dan perasaan kelompok, bersifat ekstrem serta memaksa.

Pada umumnya, spesialisasi (keahlian, pembagian kerja) individu tidak menonjol karena siapa pun dapat melakukan semua hal, sehingga kedudukan masyarakat dipandang lebih penting daripada kedudukan individu. Sebagai contoh, jika salah seorang anggota meninggalkan kelompok, maka takkan terlalu dirasakan oleh anggota lainnya. Peran anggota tadi akan dengan mudahnya digantikan oleh anggota lain secara mekanis.

Kelompok-kelompok dengan solidaritas mekanis umumnya ditemui pada masyarakat yang masih segmental (sederhana), misalnya di kawasan pedesaan.

• Kelompok dengan Solidaritas Organis

Masyarakat dengan solidaritas organis telah mengenal pembagian kerja yang terperinci sehingga dipersatukan oleh rasa kesalingtergantungan (interdependency) antar bagian. Pada masyarakat ini, ikatan utama yang mempersatukannya bukan lagi kesadaran kolektif, melainkan kesepakatan yang terjalin di antara berbagai profesi. Hukum yang menonjol bukan hukum pidana, melainkan ikatan hukum perdata.

Kelompok-kelompok dengan organis umumnya terdapat dalam masyarakat yang kompleks, misalnya di kawasan perkotaan.

2) *Ferdinand Tonnies (1855-1936) *

Dalam bukunya yang berjudul Gemeinschaft und Gesellschaft, Ferdinand Tonnies (dalam Sunarto, 2008) membuat perbedaan antara dua jenis kelompok yang dinamakannyagemeinschaft dan gesellschaft. Bentuk kelompok sosial semacam ini oleh Prof. Djojodigoeno, sosiolog dari Universitas Gajah Mada, diterjemahkan sebagai kelompok paguyuban dan patembayan.

• Kelompok Paguyuban *

Paguyuban (gemeinschaft) adalah suatu bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta relatif langgeng. Dasar hubungannya adalah rasa cinta dan kepedulian nyata. Kelompok paguyuban sering dikaitkan dengan masyarakat desa atau masyarakat komunal dengan ciri-ciri adanya ikatan kebersamaan (kolektif) dilandasi oleh kesetiakawanan sosial dan kegotongroyongan yang sangat kuat.

• *Kelompok Patembayan

Kelompok patembayan (gesellschaft) identik dengan masyarakat kota. Kelompok patembayan sengaja dibentuk dan diorganisasikan oleh sejumlah orang untuk memenuhi kepentingan tertentu. Sekumpulan orang memang hadir bersama tapi masing-masing tetap mandiri dan mementingkan pamrih. Corak hubungan cenderung bersifat sementara dan semu, misalnya terbatas di bidang ekonomi, profesi, dan politik.

3) **Robert Bierstedt (1913–1998)

Robert Bierstedt membedakan kelompok sosial, sebagai berikut:

• *Kelompok asosiasi (associational group) *

Para anggotanya mempunyai kesadaran jenis, persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama, ada kontak dan komunikasi, di antara para anggota dijumpai adanya ikatan organisasi formal.

Contohnya, OSIS, Pramuka, karang taruna, dan lainnya.

• *Kelompok sosial (social group) *

Anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lain, tapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.

Contohnya, kelompok teman, kerabat.

• *Kelompok kemasyarakatan (societal group) *

Kelompok yang hanya memiliki kesadaran akan persamaan di antara mereka. Belum ada kontak dan komunikasi di antara mereka, dan juga tak ada organisasi.

Contohnya, pengelompokan penduduk menurut jenis kelamin.

• *Kelompok statistik (statistical group) *

Tidak memenuhi seluruh kriteria Bierstedt. Kelompok statistik hanya ada dalam arti analitis dan merupakan hasil ciptaan para ilmuwan sosial.

Contohnya, pengelompokan penduduk menurut usia dalam Sensus Penduduk.

Penjelasan Singkat Mengenai Kelompok Sosial


1) Emile Durkheim, dalam bukunya yang berjudul The Division of Labour in Society (1968) membedakan antara kelompok yang didasarkan pada solidaritas mekanis dan kelompok yang didasarkan pada solidaritas organis.

2) Dalam bukunya yang berjudul Gemeinschaft und Gesellschaft, Ferdinand Tonnies (dalam Sunarto, 2008) membuat perbedaan antara dua jenis kelompok yang dinamakannyagemeinschaft dan gesellschaft.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post