Jumat, Oktober 13, 2017

HUBUNGAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP

author photo
HUBUNGAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP | Hallo Pembaca Blog MereNyaho, pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan mengenai Biologi dan yang akan dibahas pada kesempatan kali ini yaitu mengenai HUBUNGAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP , untuk lebih jelasnya silahkan disimak pada tulisan dibawah ini.

Saling Ketergantungan Makhluk Hidup


Semua makhluk hidup tergantung pada lingkungan mereka untuk memasok mereka dengan apa yang mereka butuhkan, termasuk makanan, air, dan tempat tinggal.

Simbiosis adalah hubungan erat antara organisme dari spesies yang berbeda di mana setidaknya salah satu organisme beroleh manfaat. Kompetisi adalah hubungan antara makhluk hidup yang bergantung pada sumber daya yang sama. Apa spesies lain yang Anda butuhkan untuk bertahan hidup? Spesies tidak bisa hidup sendiri. Semua makhluk hidup perlu makkluk hidup yang lain untuk bertahan hidup.

Di bawah ini adalah ikan surgeon (Acanthuridae) yang mendapat makan tumbuhan alga pada cangkang penyu, ini contoh klasik dari dua spesies yang saling membutuhkan satu sama lain. Ini adalah contoh dari hubungan simbiosis.

Interdependensi Makhluk Hidup

Semua makhluk hidup tergantung pada lingkungan mereka untuk memasok mereka dengan apa yang mereka butuhkan, termasuk makanan, air, dan tempat tinggal. Lingkungan mereka terdiri dari faktor-seperti fisik tanah, udara, dan suhu dan juga dari organisme lain. Organisme adalah makhluk hidup individu.

Banyak makhluk hidup berinteraksi dengan organisme lain di lingkungan mereka. Bahkan, mereka mungkin perlu organisme lain untuk bertahan hidup. Hal ini dikenal sebagai saling ketergantungan. Misalnya, makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri harus makan organisme lain untuk makanan hidup. Interaksi lainnya antara makhluk hidup termasuk simbiosis dan kompetisi.

HUBUNGAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP


A. Saling Ketergantungan Biotik dan Abiotic

Ekosistem tersusun dari beberapa komponen, antara komponen-komponen ekosistemm terjadi saling ketergantungan. Makhluk sangat tergantung pada lingkungannya, baik lingkungan abiotic atau lingkungan biotik. Keadaan komponen abiotic yang sesuai bagi satu jenis makhluk berbeda untuk jenis makhluk lainnya. Di dalam ekosistem tampak bahwa lingkungan abiotic sangat menentukan jenis-jenis makhluk hidup yang dapat sesuai dengan lingkungan tertentu. Hal ini dapat terlihat dari beberapa contoh di bawah ini :

1. Air merupakan salah satu contoh komponen abiotik dalam ekosistem. Air sangat berguna bagi makhluk hidup. Tumbuhan sangat memerlukan air, misalnya untuk bahan baku fotosintetis. Akar tumbuhan menembus ke dalam tanah untuk menyerap air dan zat-zat hara. Jika tanah mengandung cukup air maka tumbuhan akan tumbuh subur. Sebaliknya, jika kekurangan air, tumbuhan tidak akan tumbuh dengan baik. Selain berguna bagi tumbuhan, air juga berguna bagi hewan dan manusia. Hewan memerlukan air untuk minum. Bagi hewan air seperti udang, ikan dan ketam; air merupakan tempat tinggal bagi mereka. manusia memerlukan air untuk berbagai keperluan, seperti minum, memasak, mandi dan mencuci.

2. Contoh lain komponen abiotik yang berpengaruh terhadap komponen biotik adalah udara. Di dalam udara terdapat gas oksigen dan karbon dioksida. Oksigen merupakan gas yang diperlukan untuk pernapasan, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Adapun karbon dioksida merupakan gas yang menjadi salah satu bahan baku fotosintetis tumbuhan hijau.

B. Rantai Makanan

Dalam suatu ekosistem terjadi proses makan dimakan yang merupakan satu alur dikenal sebagai rantai makanan. Rangkaian makan dimakan yang disebut rantai makanan dapat terjadi di ekosistem manapun.

Rangkaian makan yang satu alur terjadi bila satu macam produsen dimakan oleh satu macam konsumen pertama dan pada gilirannya dimakan oleh satu macam konsumen kedua. Makan dimakan ini mungkin tidak akan berhenti pada konsumen kedua karena ada konsumen yang makan konsumen kedua tadi yang dalam hal ini disebut konsumen ketiga. Pada akhirnya semua makhluk yang menjadi bagian dari suatu ragkaian makan dimakan tadi akan mati dan semuanya akan diuraikan oleh pengurai yang disebut dengan konsumen puncak, yakni konsumen yang menjadi pemakan terakhir. Konsumen terakhir tersebut merupakan konsumen puncak karena tidak ada yang memakannya, hal ini tergantung pada produsen dan konsumennya.


C. Jaring-jaring makanan

Pada kenyataannyaa di alam ini tidak pernah terjadi bahwa satu macam produsen hanya dimakan oleh satu macam consumen pertama. Yang sering terjadi adalah satu macam produsen dimakan oleh beberapa macam konsumen pertama dan satu macam konsumen pertama dimakan olehbeberapa konsumen kedua. Demikian pula satu macam konsumen tidak hanya tergantung pada satu macam makanan saja. Pada umumnya kambing tidak hanya makan rumput tetapi juga makan dedaunan beberapa jenis tumbuhan.

Daun-daun yang menjadi makanan kambing dapat juga menjadi makanan ulat, belalang atau beberapa herbivore lain. Apabila diperhatikan dengan seksama ternyata hubungan makanan yang saling berhubungan tersebut dinamakan jaring-jaring makanan. Seperti halnya rantai makanan, jarring-jaring makanan juga dapat ditemui dalam ekosistem darat dan air.


D. Piramida Ekologi

a. Pengertian Piramida Ekologi

Piramida ekologi adalah gambaran susunan antar trofik dapat disusun berdasarkan kepadatan populasi, berat kering, maupun kemampuan menyimpan energi pada tiap trofik. Struktur trofik dapat disusun secara urut sesuai hubungan makan dan dimakan antar trofik yang secara umum memperlihatkan bentuk kerucut atau piramid. Piramida ekologi ini berfungsi untuk menunjukkan gambaran perbandingan antar trofik pada suatu ekosistem. Dalam pyramid ekologi jumlah tiap kelompok komponen biotik digambarkan dalam bentuk balok melintang. Panjang balok melintang sebanding dengan jumlah komponan biotik yang digambarkan. Pada tingkat pertama ditempati produsen sebagai dasar dari piramida ekologi, selanjutnya konsumen primer, sekunder, tersier sampai konsumen puncak.

Ketika organisme autotrof (produsen) dimakan oleh herbivora (konsumen I), maka energi yang tersimpan dalam produsen (tumbuhan) berpindah ke tubuh konsumen I (pemakannya) dan konsumen II akan mendapatkan energi dari memakan konsumen I, dan seterusnya. Setiap tingkatan pada rantai makanan itu disebut taraf trofi. Ada beberapa tingkatan taraf trofi pada rantai makan sebagai berikut.[3]

Tingkat taraf trofi 1 : organisme dari golongan produsen (produsen primer)
Tingkat taraf trofi 2 : organisme dari golongan herbivora (konsumen primer)
Tingkat taraf trofi 3 : organisme dari golongan karnivora (konsumen sekunder)
Tingkat taraf trofi 3 : organisme dari golongan karnivora (konsumen predator)

Di dalam rantai makanan tersebut, tidak seluruh energi dapat dimanfaatkan, tetapi hanya sebagian yang mengalami perpindahan dari satu organisme ke organisme lainnya, karena dalam proses transformasi dari organisme satu ke organisme yang lain ada sebagian energi yang terlepas dan tidak dapat dimanfaatkan. Misalnya, tumbuhan hijau sebagai produsen menempati taraf trofi pertama yang hanya memanfaatkan sekitar 1% dari seluruh energi sinar matahari yang jatuh di permukaan bumi melalui fotosintesis yang diubah menjadi zat organik.

Jika tumbuhan hijau dimakan organisme lain (konsumen primer), maka hanya 10% energi yang berasal dari tumbuhan hijau dimanfaatkan oleh organisme itu untuk pertumbuhannya dan sisanya terdegradasi dalam bentuk panas terbuang ke atmosfer. Selama keadaan produsen dan konsumen-konsumen tetap membentuk piramida, maka keseimbangan alam dalam ekosistem akan terpelihara.

b. Macam-macam piramida ekologi

• Piramida Jumlah, yaitu piramida yang menggambarkan hubungan kepadatan populasi / jumlah individu antar tingkatan trofi.
• Piramida Biomassa, yaitu piramida yang menggambarkan jumlah biomassa antar tingkatan trofi. Biomassa adalah jumlah berat kering dari seluruh organisme dalam suatu ekosistem.
• Piramida Energi, yaitu piramida yang menggambarkan jumlah energi yang dimiliki setiap tingkatan trofi. dalam ekosistem. Piramida ini memiliki beberapa keuntungan antara lain : Dapat memperhitungkan kecepatan produksi, Berat 2 species yang sama belum tentu memiliki energi yang sama, Dapat digunakan untuk membandingkan berbagai macam ekosistem, Masukan energi matahari dapat ditambahkan pada dasar piramida energi.


E. Pola Interaksi Organisme

Interaksi adalah hubungan antar organisme yang satu dengan yang lainnya, sedangkan didalam suatu ekosistem interaksi tidak hanya berupa hubungan makan dan dimakan. Namun, didalam ekosistem ada juga interaksi yang bukan merupakan hubungan makan dimakan. Hubungan makan dimakan dikenal sebagai hubungan predasi. Pembagian hubungan lain yang bukan merupakan makan dimakan dikenal dengan nama simbiosis dan kompetisi.

1) Predasi

Yaitu interaksi organisme dimana suatu makhluk hidup memakan makhluk hidup yang lain. Sedangkan yang dimaksud dengan hubungan predasi yakni hubungan antara organisme yang memangsa dan organisme yang dimangsa. Contohnya adalah hubungan antara rusa dengan singa. Meskipun tampaknya kejam, hubungan predasi diperlukan untuk mengendalikan.

2) Kompetisi

Kompetisi Yaitu interaksi antar makhluk hidup yang saling bersaing untuk mendapatkan makanan. Kompetisi ini terjadi karena adanya lebih dari satu macam organisme yang membutuhkan bahan yang sama dari lingkungannya. Meskipun demikian kompetisi akan terjadi meskipun tidak ada kontak langsung antara yang berkompetisi.

Kompetisi adalah hubungan antara makhluk hidup yang bergantung pada sumber daya yang sama. Sumber daya mungkin makanan, air, atau apa pun yang mereka berdua butuhkan. Persaingan terjadi setiap kali mereka berdua mencoba untuk mendapatkan sumber daya yang sama di tempat yang sama dan pada waktu yang sama. Dua organisme yang kemungkinan akan datang ke dalam konflik, dan organisme dengan adaptasi yang lebih baik mungkin menang di atas organisme lainnya.

3) Simbiosis

Simbiosis adalah hubungan erat antara organisme dari spesies yang berbeda di mana setidaknya salah satu organisme mendapat manfaat. Organisme lain juga dapat mengambil manfaat, mungkin terpengaruh oleh hubungan, atau mungkin dirugikan oleh hubungan. Gambar di bawah ini menunjukkan contoh simbiosis. Burung-burung dalam gambar dapat memilih makanan dari bulu rusa. Rusa tidak akan makan burung. Bahkan, rusa sengaja memungkinkan burung beristirahat di atasnya. Apakah jenis hubungan antara rusa dan burung menurut Anda?

HUBUNGAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP, Apakah jenis hubungan antara rusa dan burung
Hubungan Rusa dan Burung

Simbiosis Yaitu bentuk hubungan antara dua jenis makhluk hidup yang bersifat langsung dan erat. Dalam hal ini ada beberapa macam hubungan simbiosis, yakni :

a) Komenslisme, yaitu bentuk hubungan yang satu untung dan yang lain tidak dirugikan
Contohnya: Tanaman anggrek yang hidup menempel pada pohon manga
b) Mutulisme, yaitu bentuk hubungan yang sama-sama untung. Dapat dikatakan demikaian karena apabila pada suatu interaksi dua macam organisme yang melakukan persekutuan hidup masing-masing mendapat keuntugan.

Contohnya: Bunga dan kupu-kupu

HUBUNGAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP
Kupu Kupu dan Bunga

c) Prsitisme, yaitu bentuk hubungan yang satu untung dan yang lain dirugikan. Dapat dikatakan demikian karena apabila suatau jenis organisme hidup bersama dengan organisme lain dan mengambil makanannya dari makhluk lain dan atau makhluk yang ditumpanginya. Parasite pada umumnya lebih kecil dari inangnya, dan menjalani masa hidupnya sebagian besar atau seluruhnya pada inang tersebut. Selama parasite menempel pada inang selama itu pula ia mengambil makanan darinya.
Contohnya : - Benalu dan pohon mangga

- Kutu dan manusia atau kerbau


Jenis Jenis Hubungan Khas Antarmakhluk Hidup


Dalam hidupnya makhluk hidup berhubungan dengan makhluk hidup lainnya. Hubungan khas antara makhluk hidup yang berlainan jenis disebut simbiosis.

Ada tiga bentuk simbiosis, yaitu mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme.

Simbiosis mutualisme, yaitu hubungan kerja sama yang saling menguntungkan. Contohnya,

hubungan antara kupu-kupu dengan tumbuhan berbunga, kupu-kupu akan mendapat makanan berupa nektar sedangkan tumbuhan berbunga dibantu proses penyerbukaanya.
hubungan antara burung jalak dan kerbau, kerbau diuntungkan dengan berkurangnya kutu pada tubuhnya. Sedangkan burung jalak memperoleh kutu sebagai
hubungan antara lebah dan tumbuhan berbunga.
hubungan antara ikan hiu dan ikan remora.

Simbiosis komensalisme, yaitu hubungan kerja sama yang satu untung sedangkan yang lainnya tidak dirugikan. Contohnya,

hubungan antara anggrek dan pohon mangga, anggrek mendapat tempat yang sesuai untuk hidup sedangkan pohon mangga tidak dirugikan oleh pohon anggrek.
hubungan antara ikan kecil dan ikan hiu.
hubungan Tumbuhan paku dengan pohon yang ditumpangi Tumbuhan paku

Simbiosis parasitisme, yaitu hubungan kerja sama yang satu untung, sedangkan yang lainnya dirugikan. Contohnya,

hubungan antara benalu dan pohon mangga, adalah benalu menempel pada pohon mangga dan mengambil makanan dan air dari pohon mangga. Jadi benalu untung, pohon mangga dirugikan.
hubungan antara tali putri dan tumbuhan yang ditumpangi,
hubungan antara kutu rambut yang ada di kepala manusia.
hubungan antara Cacing perut yang ada pada perut manusia.
hubungan antara bunga Rafflesia dengan tumbuhan yang ditumpangi (inangnya)

Hubungan Makhluk Hidup dengan Lingkungan Abiotik


Antara makhluk hidup saling membutuhkan satu sama lain. Makhluk hidup juga membutuhkan lingkungan sebagai tempat hidupnya. Lingkungan berupa makhluk hidup (biotik) dan makhluk tak hidup (abiotik).

Individu adalah suatu makhluk hidup. Populasi adalah kelompok makhluk hidup sejenis yang tinggal disuatu tempat. Habitat adalah tempat tinggal yang sesuai bagi kehidupan makhluk hidup. Komunitas adalah kumpulan makhluk hidup (populasi) tidak sejenis yang tinggal disuatu tempat.

Ekosistem adalah hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Ada dua macam ekosistem, yaitu ekosistem buatan dan ekosistem alami.


  1. Ekosistem buatan, misalnya sawah, kebun, ladang, dan kolam ikan.
  2. Ekosistem alam, misalnya pegunungan, sungai, danau, hutan, dan laut.

Selain ekosistem alami dan buatan, ekosistem juga dikelompokkan menjadi ekosistem darat dan air. Ekosistem darat contohnya kebun, hutan, pegunungan. Ekosistem air contohnya laut, sungai, rawa, kolam.

Kerusakan ekosistem dapat menyebabkan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya tidak seimbang. Kerusakan ekosistem dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain sebagai berikut;


  • Perburuan liar terhadap hewan tertentu sehingga mengganggu populasi makhluk hidup yang lain.
  • Penebangan hutan menyebabkan hewan di hutan kehilangan tempat tinggal dan mati kelaparan.
  • Penangkapan ikan dengan bom atau racun, selain dapat merusak semua populasi laut.
  • Pencemaran air sungai oleh limbah pabrik dapat mematikan mikroorganisme yang berperan sebagai bakteri pengurai.
  • Pembakaran hutan sebagai lahan pertanian atau pemukiman menyebabkan sebagian hewan mati dan sebagian lain masuk perkampungan.

Lingkungan sebagai tempat hidup makhluk hidup dapat dilestarikan dengan cara sebagai berikut;


  • Memupuk tanaman dengan menggunakan pupuk kandang atau kompos.
  • Menangkap ikan sesuai dengan alat yang diizinkan.
  • Melakukan reboisasi lahan-lahan gersang.
  • Mencegah terjadinya kebakaran hutan.
  • Memelihara hutan lindung sehingga flora dan faunanya tetap terjaga.


Penjelasan Singkat Mengenai Saling Ketergantungan Makhluk Hidup


Semua makhluk hidup tergantung pada lingkungan mereka untuk memasok mereka dengan apa yang mereka butuhkan, termasuk makanan, air, dan tempat tinggal. Simbiosis adalah hubungan erat antara organisme dari spesies yang berbeda di mana setidaknya salah satu organisme beroleh manfaat. Kompetisi adalah hubungan antara makhluk hidup yang bergantung pada sumber daya yang sama.


DAFTAR PUSTAKA
Kurniawati, wahyu.2008.BAHAN AJAR IPA 1.Universitas PGRI Yogyakarta

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post