Sabtu, Oktober 14, 2017

Drone Mavic, Membantu BNPB Melakukan Pemantauan Gunung Agung

author photo
Drone Mavic, Membantu BNPB Melakukan Pemantauan Gunung Agung ~ Drone adalah pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh. Dahulu mungkin orang mengenal drone atau pesawat tanpa awak digunakan oleh militer untuk memata-matai musuh di daerah konflik. Tapi kini Drone non militer menjadi hobi baru, penggunanya juga sangat beragam mulai dari anak sekolah hingga profesional.

Pesawat drone juga sudah mulai dikembangkan untuk keperluan jurnalistik, misalnya untuk memotret, merekam video dan pengumpulan data. Selain itu juga mulai dipergunakan untuk pengiriman barang dan makanan.

Fungsi drone bisa dikembangkan oleh siapa saja yang memiliki keahlian khusus, digunakan untuk apa dan seperti apa pengendaliannya. Belakangan ini drone masih dikendalikan secara manual atau menggunakan remote kontrol. Namun sekarang drone bisa dikendalikan secara semi otomatasi menggunakan sistem algoritma pada unit kontrol drone itu sendiri.

Menyusul masih tingginya aktivitas vulkanis Gunung Agung, Karangasem, Bali, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginisiasi penggunaan drone untuk memantau kawah Gunung Agung.

“Kita harus kerahkan drone yang memiliki spesifikasi khusus terbang tinggi yang mampu mendokumentasikan semua fenomena di kawah. Tanpa drone kita tidak tahu apa yang terjadi. Citra satelit tidak dapat setiap saat memantau perkembangan kawah. Oleh karena itu, drone menjadi pilihan yang terbaik. Aman, efektif dan update,” kata Ketua BNPB Willem Rampangilei.

"Tidak adanya peralatan di puncak kawah menyebabkan tidak dapat diketahui kondisi visual secara terus menerus. Sementara itu puncak kawah berbahaya dan tidak boleh ada aktivitas masyarakat. Oleh karena untuk melakukan pemantauan puncak kawah dan lingkungan sekitar Gunung Agung, BNPB bersama PVMBG menerbangkan drone atau pesawat tanpa awak," ungkapnya.

Mengingat ketinggian Gunung Agung yang mencapai 11.400 kaki, BNPB mengaku telah menyiapkan drone khusus untuk menjangkau ketinggian.

Drone mavic, salah satu tipe atau jenis drone yang akan digunakan BNPB untuk memantau Gunung Agung
Drone mavic, salah satu tipe atau jenis drone yang akan digunakan BNPB untuk memantau Gunung Agung

"Tidak banyak drone yang memiliki kemampuan terbang tinggi. Rata-rata drone didesain terbang pada ketinggian 7.000 kaki sehingga saat diperlukan untuk terbang tinggi tidak banyak yang tersedia. Drone Koax 3:0 dan Tawon 1.8 memiliki kemampuan terbang hingga 13.000 kaki. Mesin menggunakan baham bakar ethanol agar dapat terbang tinggi," jelasnya.

Untuk itu, pada Rabu 11 Oktober 2017, lalu, BNPB telah melakukan uji coba terbang (flight plan) berputar di Gunung Agung sampai ketinggian 11.500 kaki yakni drone jenis Tawon 1.8. Namun saat drone terbang diketinggian 6.000 kaki, kamera mengalami masalah maka drone kembali ke landasan.

"Pesawat normal dan mampu terbang tetapi adanya risiko blind flight di gunung maka penerbangan tidak dilanjutkan," tambahnya.

Ternyata Drone bukan hanya sebuah alat yang bisa digunakan untuk selfi dan mainan saja, akan tetapi bisa dimanfaatkan oleh segala hal, bagaimana menurut mu? apa kamu sudah punya alat canggih yang satu ini? yuk ngobrol lewat komen dibawah :)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post