Rabu, September 13, 2017

7 Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

author photo
Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara ~ Prasasti adalah salah satu sumber kuat yang bisa dijadikan bukti bahwa sebuah kerajaan pernah berdiri di masa lalu, dan lewat prasasti juga bisa diperkirakan kapan kerajaan tersebut mulai didirikan dan kapan kerajaan tersebut mulai runtuh.

Kerajaan Tarumanegara adalah salah satu kerajaan di Indonesia yang menarik ditelusuri jejaknya, dimana lewat prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara, diketahui Tarumanegara adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia.

Selain itu, lewat prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara, juga diketahui bahwa Tarumanegara dibangun oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 258 Masehi. Lantas, prasasti apa saja yang merupakan peninggalan kerajaan Tarumanegara? berikut ulasannya

Informasi Mengenai Kerajaan Tarumanegara yang sezaman dengan Kerajaan Kutai, yaitu dari abad ke-5 M, diperoleh dari tujuh buah prasasti.

Dari prasasti tersebut, kita memperoleh gambaran tentang kekuasaan raja Purnawarman dan kehidupan di Kerajaan Tarumanegara. Ketujun prasasti itu ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang datang dan India.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara


1. Prasasti Ciaruteun / Telapak Kaki

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciaruteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman.

Prasasti ¡ni dipahat di sebuah batu kali besar yang terletak di tepi Sungal Ciaruteun yang mengalir ke Sungai Cisadane. Prasasti ¡ni terdiri dan empat baris dengan pahatan dua buah
telapak kaki. Empat baris ¡nsknipsi ¡tu bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berbunyi sebagai berikut: ini(bekas) dua kaki, yang seperti kaki dewa Wishnu, ialah kaki yang mulia
Sang Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia.

2. Prasasti Pasir Koleangkak atau Prasasti Jambu

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor, prasasti ini juga menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman.

Prasasti ini ditemukan dl perkebunan jambu, sekitar 30 km dari kota Bogor. Isinya menceritakan tentang kegagahan raja Purnawarman dan Kerajaan Taruma yang ditakuti oleh musuh musuhnya.

3. Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Prasasti ini terletak di kampung Muara lilir di desa Cibungbulang. Yang menarik, ditemukan pahatan telapak kaki gajah yang dikatakan sama dengan telapak kaki gajah Airawata (gaJah kendaraan Dewa Wishnu).

4. Prasasti Tugu

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Ditemukan di Kampung Batutumbu, Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati sepanjang 6112 tombak atau 12km oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.

Prasasti ini ditemukan di desa Tugu, dekat Cilincing, Jakarta. Prasasti Tugu merupakan prasasti yang terpanjang dan terpenting mengenal Kerajaan Tarumanegara. Isinya antara lain tentang penggalian saluran sepanjang 6112 tumbak (kurang lebih 1 km) di sungai Candrabagha, yang kemudian diberi nama Gomati. Prasasti Tugu juga menyebutkan tentang upacara pemberian hadiah 1.000 ekor sapi untuk kaum Brahmana.

5. Prasasti Pasir Awi

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Prasasti Pasir Awi terletak di lereng selatan bukit Pasir Awi (± 559m dpl) di kawasan hutan perbukitan Cipamingkis Kabupaten Bogor. Prasasti Pasir Awi berpahatkan gambar dahan dengan ranting dan dedaunan serta buah-buahan (bukan aksara) juga berpahatkan gambar sepasang telapak kaki.

6. Prasasti Muara Cianten

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Prasasti Muara Cianten terletak di tepi sungai Cisadane dekat Muara Cianten yang dahulu dikenal dengan sebutan prasasti Pasir Muara (Pasiran Muara) karena memang masuk ke wilayah kampung Pasirmuara. Prasasti Muara Cianten dipahatkan pada batu besar dan alami dengan ukuran 2.70 x 1.40 x 140 m3. Peninggalan sejarah ini disebut prasasti karena memang ada goresan tetapi merupakan pahatan gambar sulur-suluran (pilin) atau ikal yang keluar dari umbi.

Prasasti Pasir Awi dan Cianten juga ditulis dengan huruf Pallawa dan menggunakan bahasa Sansekerta. Namun sayangnya isi kedua prasati tersebut belum dapat diketahui.

7. Prasasti Cidangiang atau Prasasti Lebak

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara
Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Prasasti tersebut ditemukan di tepi sungal Cidangiang, Kecamatan Munjul, Lebak, Banten. Isinya mengenai keagungan dan keperwiraan Raja Purnawarman. Selain tujuh prasasti tersebut, informasi tentang Kerajaan Tarumanegara diperoleh dan catatan-catatan orang Cina.

Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post