Jumat, Agustus 04, 2017

Sistem Kekebalan Tubuh Manusia (Imunitas)

author photo
Sistem Kekebalan Tubuh Manusia (Imunitas)
Sistem Kekebalan Tubuh Manusia (Imunitas)

Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh Manusia (Imunitas)


Sistem Kekebalan Tubuh Manusia (Imunitas) ~ Sistem kekebalan tubuh atau disebut juga imunitas merupakan suatu kemampuan tubuh untuk melawan hampir semua jenis organisme atau toksin yang cenderung merusak jaringan dan organ tubuh. Organisme atau toksin ini merupakan protein asing yang berbeda dari protein tubuh manusia yang disebut antigen dan dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, antigen tersebut harus disingkirkan, dinetralisir dan dihancurkan. Sistem kekebalan tubuh yang berperan menjalankan tugas tersebut ialah antibodi. Antibodi merupakan suatu zat yang berasal dari protein darah jenis gama globulin dan berfungsi melawan antigen yang masuk ke dalam tubuh.

Imunitas – Sistem Imunitas – Respon Imunitas

- Yaitu sistem pertahanan terhadap suatu penyakit atau serangan infeksi dari mikroorganisme/ substansi asing
- Yaitu gabungan dari sel/molekul/jaringanyang berperanan dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi
- Yaitu reaksi yang dipelihatkan oleh sel/molekul/bahan lainnya terhadap mikroba

Fungsi Sistem Imunitas

1.Melindungi tubuh dari bibit penyakit
2.Menghancurkan mikroorganisme/substansi asing dalam tubuh
3.Menghilangkan sel mati untuk perbaikan jaringan
4.Mengenali dan menghilangkan jaringan abnormal

Organ Asal Sistem Imun

1. Sumsum tulang
2. Kelenjar Thymus
3. Kelenjar limfe/getah bening
4. Mukosa jaringan limfoid terkait (MALT)

Macam Sistem Imunitas

1.Sistem imun non spesifik/alamiah (innate immune system)
2.Sistem imun spesifik (adaptive immune system)

I. Sistem Imun Nonspesifik/alamiah

- Yaitu sistem pertahanan yang sudah ada dalam tubuh
- Dapat mendeteksi benda asing yang masuk dan melindungi tubuh
- Tidak dapat mengenali benda asing yang masuk

Meliputi :
1. Reaksi inflamasi
2. Protein antivirus/interferon
3. Sel Natural Killer (NK)
4. Sistem komplemen

Lapisan dalam Imunitas Tubuh

1. Lapisan pertama/physcal barrier : kulit, membran mukosa, kelenjar keringat, sebum, kelenjar air mata, silia, asam lambung, kelenjar ludah
2. Lapisan kedua : sel leukosit fagositik, protein antimikroba dan respon inflamasi
3. Lapisan ketiga : sel limfosit dan antibodi

II. Sistem Imun Spesifik/Adaptive

- Yaitu sistem pertahanan yang mempunyai kemampuan untuk mengenali benda asing yang masuk
- Karakteristik : kemampuan merespon berbagai antigen, membedakan antigen asing dengan antigen diri, merespon antigen yang ditemukan sebelumnya dengan memulai respon memori
- Sistem imun akan terbentuk jika ada benda asing
- Yang berperanan : sel limfosit

Cara dalam Sistem Imun Spesifik

1.Imunitas Humoral/humoral immunity

- Diperankan oleh sel limfosit B
- Dilaksanakan oleh antobodi atau immunoglobulin (Ig),merupakan hasil sekresi sel plasma dan antitoksin
- Menahan serangan mikroba maupun toksinnya

Macam Immunoglobulin (Ig)

1. Immunoglobulin A/IgA : untuk mencegah masuknya bakteri/virus melalui ajringan epithel (air liur, air mata,kolustrum & susu)
2. Immunoglobulin D/IgD : untuk memicu deferensiasi jaringan limfosit B menjadi sel plasma dan limfosit B memori
3. Immunoglobulin E/IgE : untuk merespon reaksi alergi. Hanya ditemukan pada mammalia, dapat merespon cacing parasit
4. Immunoglobulin G/IgG : untuk menembus placenta membawa kekebalan dari ibu ke janin yaitu pada masa 20 minggu pertama
5. Immunoglobulin M/IgM : merupakan antibodi pertama yang menyerang antigen

Mekanisme pembuangan antigen

1. Netralisasi : dengan menetralkan antigen
2. Aglutinasi : dengan penggumpalan
3. Presipitasi : dengan pengendapan
4. Fiksasi komplemen/lisis : dengan lisis/penghancuran antigen

Cara dalam Sistem Imun Spesifik

1. Imunitas Seluler/Cellular Immunity
- Perantara oleh sel leukosit
- Diperankan oleh sel limfosit T
- Caranya dengan fagositosis

2.Immunologi
- Perantara sel memori (pada sel limfosit)
- Diperoleh setelah sembuh dari sakit

Macam Sel Limfosit

1. Limfosit B, terdiferensiasi menjadi :
a. Sel limfosit B memori : menyimpan mengingat antigen yang pernahmasuk ke dalam tubuh
b. Sel limfosit plasma : sel pembentuk antibodi
c. Sel limfosit B pembelah : menghasilkan sel limfosit B dalam jumlah banyak dan cepat

2. Limfosit T, terdiferensiasi menjadi :
a. Sel limfosit T sitotoksik/Killer T cells : menyerang sel tubuh yang terinfeksi patogen
b. Sel limfosit T penolong/Helper T Cells : mengatur sistem imun dan mengontrol kualitas sistem imun
c. Sel limfosit T supresor/Supressor T Cells : mengurangi respon imun jika infeksi berhasil diatasi.
Macam Sel Limfosit

Jenis – jenis Sistem Imun

1.Aktif
- Dibentuk oleh tubuh karena adanya infeksi antigen
- Macamnya
a. Alami : bila terserang antigen
b. Buatan : bila memasukkan antigen yang dilemahkan

2. Pasif
- Diperoleh dari luar tubuh
- Macamnya
a. Alami : bila bayi mendapatkan imunitas dari ibunya
b. Buatan : bila menyuntikan serum, antibisa, immunoglobin lainnya dari darah orang yang telah kebal. Hanya bertahan beberapa minggu

Tahapan Respon Sistem Imun
1. Deteksi dan mengenali benda asing
2. Komunikasi dengan sel lain untuk merespon
3. Rekruitmen bantuan dan koordinasi respon
4. Destruksi atau supresi penginvasi

Disfungsi Sistem Imunitas

1. Hipersensitivitas : respon imun berlebihan terhadap antigen/alergen
2. Autoimun : hilangnya toleransi terhadap sistem imun diri sendiri. Misalnya diabetes melitus (menyerang sel beta pad pankreas), Addison disease (menyerang kelenjar adrenalin), lupus eritemateus (menganggap jaringan sebagai antigen), myasthenia gravis (menyerang sel otot lurik)
3. Defisiensi imun: berkurangnya respon sistem imun. Penyebabnya : obesitas, pengguna alkohol, narkoba, kekurangan nutrisi
4. Defisiensi imun dapatan : chronic granulomatous disease yaitu kemampuan fagosit berkurang. Akibat dari penyakit AIDS atau beberapa tipe kanker

Ciri-Ciri Respon Kekebalan Tubuh (Imunitas)


Tubuh kita memiliki pertahanan paling luar, yaitu kulit. Kulit merupakan perlindungan dan pertahanan tubuh secara fisi dari berbagai ganggguan, seperti suhu, cuaca, zat kimia, dan infeksi kuman. Pertahanan biokimia yang dilakukan kulit dengan mensekresi asam yang terkandung dalam kelenjar sebaseus dan kelenjar keringat seperti melawan mikroba seperti bakteri dan jamur. Selain kulit, di dalam tubuh kita juga terdapat sistem pertahanan.

Sistem pertahanan tersebut merupakan gabungan, sel, molekul, dan jaringan yang berperan dalam resistansi terhadap bahan/zat yang masuk kedalam tubuh. Bila tubuh mendapatkan aksi dari lingkungan, maka akan timbul reaksi yang dikoordinasikan sel-sel dan molekul terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh yang dikenal sebagai respon imun.

Ciri-Ciri Respon Pertahanan Tubuh


Respon kebal/pertahanan tubuh mempunyai tiga ciri yang khas, yaitu kekhususan, pengenalan terhadap benda asing dan daya ingatan.

a. Kekhususan

Kekhususan artinya bahwa tiap zat anti yang dihasilkan oleh tubuh organisme hanya mampu untuk melawan kuman tertentu. Kekhususan tersebut contohnya pada seseorang yang telah terkena penyakit cacar, maka setelah sembuh akan terbentuk zat antibodi cacar. Jika infeksi virus campak, zat antibodi tersusun tidak dapat menghancurkan virus campak. Jadi, respon tubuh untuk suatu penyakit hanya kekhususan penyakit tersebut dan tidak dapat untuk penyakit lain.

b. Pengenalan terhadap benda asing

Tubuh mampu membedakan tiap benda asing yang masuk ke tubuh. Tubuh dapat membedakan antara kuman cacar, campak, atau yang lainnya, sehingga respon kebal yang dihasilkannya juga berbeda.

c. Daya ingat

Sistem kekebalan tubuh mempunyai daya ingat terhadap benda asing yang menginfeksi tubuh, kemampuan sel tubuh untuk mengikat benda asing yang pernah menginfeksinya disebut sel memori.

Daftar Istilah:
Alergi : Respon yang berlebihan (hipersensitif) terhadap antigen yang masuk ke dalam tubuh
Antigen : Zat yang dapat merangsang pembentukan antibody jika diinjeksikan ke dalam tubuh
Antibodi : Zat yang dibentuk dalam darah untuk memusnahkan bakteri, virus atau untuk melawan toksik yang dihasilkan oleh bakteri
Autoimunitas : Keadaan hilangnya toleransi system kekebalan terhadap “diri sendiri”

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post