Minggu, Agustus 06, 2017

Proses Terjadinya Erosi Akibat Air Tanah

author photo
Proses Terjadinya Erosi Akibat Air Tanah dan Pengertian Erosi ~ Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan seperti sedimen, tanah, batuan dan lain sebagainya yang terjadi karena transportasi angin, air, es, hujan pada tanah atau material lain di bawah pengaruh gravitasi ataupun aktivitas makhluk hidup. Peristiwa erosi ini juga dapat terjadi apabila terjadi bencana alam seperti gempa bumi.

Pada umumnya erosi adalah proses alami yang mudah dikenali dengan ciri-cirinya, akan tetapi banyak kejadian bahwa peristiwa erosi ini diperparah oleh aktivitas manusia dalam penataan hutan atau kegiatan lain seperti pertambangan, konstruksi pembangunan yang tidak tertata dengan baik sehingga erosi ini menjadi sulit untuk dikenali. Akibat aktivitas manusialah yang dapat mempercepat proses terjadinya erosi. Di daerah yang beriklim tropis, aliran air adalah salah satu penyebab utama terjadinya erosi.

Erosi Akibat Air Tanah


Sumber daya apa yang dibutuhkan kota yang berada di dekat pantai? Tulum adalah sebuah kota yang pernah dihuni oleh orang-orang Maya. Tulum berada di Semenanjung Yucatan Meksiko. Birunya laut Karibia yang indah memasok Maya dengan ikan yang melimpah. Apa lagi yang akan dibutuhkan orang-orang Maya selain ini? air tawar ditemukan di cenotes, lubang-lubang pembuangan yang banyak muncul dalam batu kapur (gamping) di Yucatan.

Erosi Air Tanah


Air membasahi ke dalam tanah. Air berjalan turun melalui lubang-lubang kecil pada tanah. Kemudian merembes melalui celah-celah di batu. Air bergerak perlahan, ditarik lebih dalam dan lebih dalam lagi oleh gravitasi. Air mengndap dalam batuan atau lapisan bawah tanah. Air bawah tanah juga dapat mengikis dan endapan material.

Proses Terjadinya Erosi Akibat Air Tanah dan Pengertian Erosi
Kota Tulum

Air hujan menyerap karbon dioksida (CO2) karena jatuh. CO2 yang bergabung dengan air akan membentuk asam karbonat. Air sedikit asam sangat baik pada melarutkan batu gamping. Tanah menciptakan bentang alam dengan melarutkan batu.

Florida adalah tempat yang unik karena erosi tanah. Negara ini sangat datar dan sebagian besar terbuat dari batu kapur. Karena iklim basah, permukaan air tanah ada di berbagailokasi. Di Everglade, sungai membuat dataran banjir yang luas dan air tanah muncul ke permukaan (Gambar di bawah).

Gua


Gua adalah salah satu jenis bentang alam yang diciptakan oleh erosi tanah. Bekerja perlahan-lahan selama bertahun-tahun, tanah berjalan sepanjang retakan kecil. Air melarutkan dan membawa pergi batuan padat. Ini secara bertahap memperbesar retakan. Akhirnya, gua, seperti yang digambarkan pada Gambar di bawah, bisa terbentuk.

Proses Terjadinya Erosi Akibat Air Tanah dan Pengertian Erosi

Hutan cemara di Taman Nasional Everglades membutuhkan air untuk berkembang.

Sinkholes (lubang runtuhan)


Erosi oleh air tanah dapat terus berlanjut, langit-langit gua akan runtuh. Batu dan tanah di atasnya tenggelam ke dalam tanah. Ini membentuk sebuah lubang di permukaan. Beberapa lubang-lubang pembuangan yang cukup besar untuk menelan sebuah rumah atau beberapa rumah di lingkungan sekitarnya.

Proses Terjadinya Erosi Akibat Air Tanah dan Pengertian Erosi
Air mengalir melalui gua batu kapur.

Penjelasan Singkat Mengenai Proses Terjadinya Erosi Akibat Air Tanah


Air tanah dapat mengikis batu di bawah permukaan tanah. Kapur adalah karbonat dan paling mudah terkikis. Air tanah melarutkan mineral dan membawa ion dalam larutan. Erosi Air tanah menciptakan gua-gua dan lubang runtuhan (sinkholes).

3 Tahapan Proses Terjadinya Erosi


Dimana proses terjadinya erosi terdiri atas 3 tahapan, yaitu :

1. Tahap Pengelupasan ( Detachment )

Proses awal erosi diawali dengan proses pengelupasan oleh air hujan. Dimana percikan air hujan adalah media utama dalam pengelupasan partikel dalam tanah. Prosesnya adalah ketika butiran air hujan mengenai permukaan tanah maka partikel tanah akan terlepas dan terlempar ke udara. Proses ini akan berlanjut ke proses pengangkutan oleh aliran air tanah.

2. Tahap Penangkutan ( Transportation )

Proses setelah terjadinya pengelupasan oleh air hujan yang menghasilkan partikel tanah adalah proses pengangkutan. Dimana ketika partikel tanah terlempar ke udara maka partikel tersebut akan kembali jatuh ke bumi akibat gravitasi bumi. Pada lahan yang miring, partikel tanah tersebut akan tersebar ke arah bawah searah dengan lereng dimana partikel tanah tersebut akan menyumbat pori-pori tanah.

Percikan air hujan yang tadi akan menimbulkan pembentukan lapisan tanah yang keras pada lapisan tanah di bagian permukaan. Kejadian ini mengakibatkan menurunnya tingkat kapasitas dan laju inflasi di tanah. Dimana pada kondisi intensitas hujan akan melebihi laju inflasi yang akan menimbulkan genangan air di permukaan tanah yang kemudian akan menjadi aliran air di permukaan tanah. Aliran inilah yang nantinya digunakan untuk mengangkut partikel-partikel yang terlepas tadi.

3. Tahap Pengendapan ( Sedimentation )

Proses sedimentasi berlangsung ketika energi aliran di permukaan mulai menurun dan tidak mampu lagi untuk mengangkut partikel tanah yang terlepas. Proses sedimentasi tersebut terjadi sementara yang berada di lereng yang bergelombang seperti bagian lereng yang cekung dan dapat menampung endapan partikel yang hanyut oleh aliran air. Ketika hujan turun lagi maka endapan sementara tadi akan terangkut kembali menuju dataran yang lebih rendah. Proses pengendapan terakhir ini terjadi di kaki bukit yang relatif datar, daerah sungai dan waduk. Jika pengendapan terjadi di daerah sungai, maka partikel tanah dan unsur hara yang terlarut dalam aliran permukaan akan mengalir dan akan menyebabkan pendangkalan. ( baca : Akibat Erosi Sungai )

Besar atau kecilnya terjadi erosi bergantung pada kuantitas suplai material yang terlepas dan juga kapasitas media pengangkutnya. Apabila media pengangkutnya memiliki kapasitas yang lebih besar dari suplai material yang terlepas maka proses erosi akan dibatasi oleh pelepasan (detachment limited). Begitu juga sebaliknya apabila kuantitas suplai materi melebihi kapasitas maka proses erosi akan dibatasi oleh kapasitas (capacity limited).

Baca Juga : Sistem Kekebalan Tubuh Manusia (Imunitas)

Proses erosi yang terjadi karena air hujan ini merupakan gabungan dari 2 sub proses yaitu proses pertama adalah proses penghancuran struktur tanah menjadi butiran primer oleh energi tumbuk butiran hujan yang jatuh menimpa tanah dan perendaman oleh air tergenang serta proses pemindahan butir tanah oleh percikan air hujan dan proses yang kedua adalah penghancuran struktur tanah yang diikuti oleh pengangkutan butiran tanah oleh air yang mengalir di permukaan tanah.

Macam-Macam Erosi


Proses terjadinya erosi memang berlangsung dalam jangka waktu yang tidak dapat diperkirakan, maksudnya adalah bisa saja terjadi dalam jangka waktu yang lama atau bisa saja terjadi dalam jangka waktu yang sangat cepat tergantung dari faktor penyebab erosi. Dan berikut adalah macam-macam erosi yang disebabkan oleh faktor alam :


  1. Erosi oleh Air – Erosi yang disebabkan oleh air yang mengalir disebut juga sebagai ablasi. Air yang mengalir secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang akan menyebabkan adanya gesekan terhadap tanah. Gesekan terhadap tanah akan semakin membesar apabila kecepatan dan jumlah air yang mengalir semakin besar. Kecepatan air juga akan semakin besar apabila tingkat kemiringan lahan besar. Dimana gesekan yang terjadi antara air dan benda-benda padat ikut terangkut oleh air dengan tanah atau batuan yang dapat mengakibatkan terjadinya pengikisan.
  2. Erosi oleh Air Laut – Erosi oleh air laut atau abrasi adalah peristiwa pengikisan yang disebabkan poleh air laut sebagai hasil dari erosi marine. Besar kecilnya abrasi dipengaruhi oleh besar kecilnya kekuatan gelombang laut. Biasanya erosi ini terjadi di daerah pantai yang disebabkan oleh gelombang air laut yang terjadi secara terus menerus. Beberapa bentukan hasil abrasi antara lain adalah cliff, dataran abrasi, relung, pantai fyord dan pantai skeren.
  3. Erosi oleh Es – Erosi yang disebabkan oleh es atau gletser adalah eksarasi. Erosi ini hanya akan terjadi di daerah yang memiliki musim salju atau di daerah pegungungan yang tinggi. Gletser adalah lapisan es yang bergerak menuruni lembah di lereng pegunungan dimana proses bergerak menuruni lembah ini terjadi karena gaya beratnya sendiri yang nantinya akan membuat kikisan di kanan kiri lembah. Hasil kikisan gletser tersebut nantinya diendapkan di ujung glester ketika gletser mulai mencair. Endapan oleh gletser tersebut diberi nama moraine. Contoh hasil gletser salah satunya adalah danau glasial yang terbentuk karena lapisan tanah yang mengalami pengikisan sehingga terbentuk suatu lekungan.
  4. Erosi oleh Angin – Erosi yang terjadi karena tenaga angin adalah deflasi. Deflasi ini banyak ditemukan di daerah gurun yang memiliki tenaga tiupan angin kencang yang disertai pasir dan batuan lainnya. Batuan yang mengalami pelapukan akan diangkut oleh angin dimana apabila kekuatan angin akan semakin melemah dan kemudian hasil pelapukan batuan tersebut jatuh dan diendapkan. Hasil dari pengikisan ini dinamakan sebagai batuan jamur.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post