Jumat, Agustus 25, 2017

15 Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

author photo
Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya ~ Peninggalan kerajaan Sriwijaya ditemukan tidak hanya di Indonesia, di beberapa negara di luar Indonesia pun peninggalan kerajaan Sriwijaya ditemukan pula misalnya di Malaysia dan India, berikut adalah peninggalan-peninggalan kerajaan Sriwijaya di Indonesia dan di luar Indonesia.

Informasi tentang Kerajaan Sriwijaya diperoleh dari sumber dalam dan luar negeri. Sumber yang berasal dari dalam negeri berupa prasasti-prasasti yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta bercampur dengan bahasa Melayu Kuno yang tersebar di daerah Sumatra Selatan dan Pulau Bangka. Prasasti yang membuktikan keberadaan Kerajaan Sriwijaya adalah sebagai berikut.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Yang Di Temukan di Indonesia


1. Prasasti Kedukan Bukit

Prasasti Kedukan Bukit ditemukan di tepi Sungai Batang dekat Kota Palembang berangka tahun 683 M. Prasasti ini menjelaskan bahwa ada seorang bernama Dapunta Hyang yang melakukan perjalanan ke Minangatamwan dengan menaiki perahu yang membawa 20.000 tentara. Dalam perjalanan tersebut, mereka berhasil menaklukkan daerah yang dilaluinya serta membawa kemenangan dan kemak muran bagi Kerajaan Sriwijaya.

Berisi cerita tentang Raja Sriwijaya (Dapunta Hyang) yang mengadakan perjalanan suci dari Minanga Tamwan untuk mendapatkan Siddhayatra dan keberhasilnya memakmurkan Kerajaan Srwijaya.

2. Prasasti Talang Tuo

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Prasasti Talang Tuo

Prasasti Talang Tuo ditemukan di sebelah barat Kota Palembang, yakni di Kota Talang Tuo dengan angka tahun 684 M. Prasasti tersebut menceritakan tentang pembuatan taman yang bernama Srikerta atas perintah Dapunta Hyang Sri Jayanaga. Prasasti ini merupakan peninggalan agama Buddha Mahayana dan ditulis dalam bentuk syair.

Prasasti ini menceritakan pembuatan Taman Srikseta oleh Raja Dapunta Hyang untuk kemamkmuran rakyat.

Di kaki Bukit Seguntang tepian utara Sungai Musi, Louis Constant Westenenk –seorang residen Palembang pada tanggal 17 November 1920 menemukan sebuah prasasti. Prasasti Talang Tuwo –begitu kemudian disebut- adalah sebuah prasasti yang berisi doa-doa dedikasi. Prasasti ini menggambarkan bahwa aliran Budha yang digunakan Sriwijaya pada masa itu adalah aliran Mahayana. Ini dibuktikan dari digunakannya kata-kata khas aliran Budha Mahayana seperti bodhicitta, vajrasarira, annuttarabhisamyaksamvodhi, dan mahasattva.

3. Prasasti Telaga Batu

Prasasti Telaga Batu ditemukan di daerah Palembang dan berangka tahun 683 M. Prasasti ini menceritakan kutukan-kutukan atas kejahatan yang dilakukan karena tidak taat kepada raja serta tentang penyusunan ketatanegaraan Sriwijaya.

Prasasti ini menceritakan tentang kutukan-kutukan terhadap siapa pun yang melakukan kejahatan dan yang tidak taat terhadap raja.

4. Prasasti Karang Berahi

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Prasasti Karang Berahi

Prasasti Karang Brahi ditemukan oleh Kontrolir L.M. Berkhout pada tahun 1904 di tepian Batang Merangin, Dusun Batu Bersurat, Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Merangin-Jambi. Sama seperti prasasti Telaga Batu, Prasasti Palas Pasemah, dan Prasasti Kota Kapur, prasasti ini menjelaskan tentang kutukan pada mereka yang berbuat jahat dan tidak setia pada sang Raja Sriwijaya.

Ditemukan di Karang Berahi (Provinsi Jambi) dan berangka tahun 868 Masehi. Prasasti ini menceritakan tentang permintaan kepada dewa untuk menghukum setiap orang yang orang melakukan kejahatan terhadap Kerajaan Sriwijaya.

Prasasti Karang Berahi ditemukan di hulu Sungai Merangin yang merupakan cabang Sungai Batanghari. Diperkirakan prasasti ini dibuat pada 686 M.

5. Prasasti Kota Kapur

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Prasasti Kota Kapur

Prasasti Kota Kapur ditemukan di Sungai Menduk di Pulau Bangka. Prasasti yang ber angka tahun 686 M ini berisi usaha Kerajaan Sriwijaya untuk menaklukkan Jawa yang tidak setia kepada Kerajaan Sriwijaya

Prasasti ini menceritakan tentang usaha Kerajaan Sriwijaya dalam menundukkan Pulau Jawa, yaitu Kerajaan Tarumanegara yang dianggap tidak setia kepada Kerajaan Sriwijaya.

6. Prasasti Palas Pasemah

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Prasasti Palas Pasemah

Prasasti Palas Pasemah ditemukan di daerah Palas Pasemah tepi Sungai Anak Pisang, anak Sungai Sekapung di wilayah Lampung Selatan. Prasasti ini menunjukkan bahwa Kerajaan Sriwijaya me nundukkan daerah Lampung Selatan pada akhir abad ke-7 M.

Prasasti ini mencertitakan bahwa daerah Lampung Selatan telah diduduki oleh Kerajaan Sriwijaya pada akhir abad ke-7 Masehi.

7. Prasasti Bukit Siguntang

Bukit Siguntang berada di Kota Palembang merupakan komplek pemakaman raja-raja Kerajaan Sriwijaya. Ditemukan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dalam bentuk arca Budha Sakyamurni yang mengunakan jubah dan Prasasti Bukit Siguntang berisikan tentang peperangan yang banyak merenggut nyawa.

8. Prasasti Amoghapasha

Ditemukan di provinsi Jambi dan berangka tahun 1286 M. Isi dari prasasti ini menyebutkan bahwa raja. Kertanegara telah menghadiahkan arca amogapasha pada raja Suwarnabhumi yang bernama Tribhuwanaraja Mauliwarmadewa. Raja dan rakyatnya sangat gembira.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Yang Di Temukan di Luar Indonesia


1. Prasasti Ligor

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Prasasti Ligor

Ditemukan di Tanah Genting (Thailand) dan berangka tahun 775 Masehi. Prasasti ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian depan dan bagian belakang. Bagian depan bersisi tentang bangunan Trisamaya Caiya (bangunan suci yang terbuat dari batu bata untuk Budha), Awalokiteswara, dan Wajrapani. Bagian belakang berisi tentang RRaja Wisnu dan keluarga Sri Maharaja Syailendra.

2. Prasasti Katon

Ditemukan di Kanton (China) dan berangka tahun 1079 Masehi. Berisi tentang bantuan Raja Sriwijaya dalam memperbaiki sebuh kuil agama Thao di Kanton.

3. Prasasti Nalanda

Ditemukan di Benggala (India) dan berangka tahun 860 Masehi. Prasasti ini menyebutkan bahwa Raja Balaputradewa yang membangun tempat tinggal untuk para pelajar dan sebuah biara di Benggala.

4. Piagam Leiden

Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya adalah Prasasti Leiden. Prasasti ini ditulis di sebuah lempeng tembaga dan ditulis dalam bahasa Sansekerta dan Tamil. Saat ini prasastu Leiden berada di Musium Belanda. Isinya menceritakan hubungan baik antara dinasti Chola dari Tamil dengan dinasti Sailendra dari Sriwijaya, India Selatan.

Ditemukan di India dan berangka tahun 1006 M. Prasasti ini dikeluarkan oleh raja kerajaan Cola yang bernama Rajakesariwarman yang dikenal dengan Raja raja I. Isinya menyebutkan bahwa pada tahun 1006 M, Marawijayatunggawarman meresmikan wihara di India yang diberi nama Cudamaniwarmavihara atas ijin dari Rajakesariwarman, raja-raja I dari Cola.

5. Prasasti Srilanka

Diperkirakan dibuat pada abad XII. Dalam prasasti ini menyebutkan bahwa Suryanaraya dari wangsa Malayupura dinobatkan sebagai maharaja di Suwarnapura. Pangeran Suryanarayana menundukkan Manabhramana.

6. Prasasti Grahi

Berangka tahun 1183 M dan menyebutkan nama seorang raja Srimat Trilokyaraja Maulibhusanawarmadewa memerintahkan mahasenapati Jalanai yang memerintah Grahi untuk membuat arca Budha.

7. Prasasti Chaiya

Ditemukan di Candra Bhanu (Malaysia Barat) dan berangka tahun 1230 M. Menyebutkan tentang raja Tambralingga, Candra Bhanu, Sri Dharmaraja menyamakan diri dengan raja Asoka, jasa-jasanya terhadap umat manusia disamakan dengan bulan dan matahari.

8. Prasasti Tanjore

Ditemukan di India dan berangka tahun 1030 M. Dibuat oleh raja Cola yang bernama Rajendracoladewa. Disebutkan bahwa pada tahun 1017 M pasukannya menyerang kerajaan Swarnabhumi (Sumatera). Serangan itu diulang kembali pada tahun 1025, rajanya yang bernama Sanggramawijayatunggawarman berhasil ditawan oleh pasukan Cola, tetapi akhirnya Sanggramawijaya dilepaskan.

9. Candi Muara Takus

Candi Muara Takus terletak di desa Muara Takus, Kecamatan Tigabelas Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Jaraknya dari Pekanbaru, Ibukota Propinsi Riau, sekitar 128 Km. Kompleks Candi Muara Takus merupakan satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Provinsi Riau. Candi ini bernuansa Buddhistis. Hal tersebut merupakan petunjuk bahwa agama Budha pernah berkembang di kawasan ini.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post