Senin, Agustus 14, 2017

8 Faktor Penyebab Keruntuhan KERAJAAN MAJAPAHIT

author photo
Faktor Penyebab Keruntuhan Kerajaan Majapahit  ~ Majapahit adalah salah satu kerajaan yang berbasis di Jawa Timur dari tahun 1293 sampai sekitar tahun 1500. Penguasa terbesar kerajaan Majapahit adalah Hayam Wuruk, yang memerintah dari tahun 1350-1389 yang ditandai sebagai puncak kejayaan, ketika mendominasi kerajaan lain di selatan Semenanjung Melayu, Kalimantan, Sumatera, Bali, Kalimantan dan Indonesia Timur, dan Filipina.

Kerajaan Majapahit adalah yang terakhir dari kerajaan Hindu utama dari kepulauan Melayu dan dianggap salah satu negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Masyarakat Majapahit mengembangkan kecanggihan tingkat tinggi baik dalam kegiatan komersial dan artistik.

Modal yang dimiliki oleh penduduk kosmopolitan di antaranya sastra dan seni yang sangat berkembang. Sistem perekonomian tunai mulai berkembang, berdasarkan budidaya padi dan perdagangan, yang didukung berbagai macam industri dan profesi. Sekitar tahun 1527 kerajaan Majapahit menyerah pada Kesultanan Demak. Selanjutnya Majapahit menjadi simbol kebesaran indonesia dimasa lalu, dan telah memunculkan banyak entitas politik, termasuk kesultanan Islam Demak, Pajang, dan Mataram, berbagai dinasti Jawa Tengah.

Kemunduran Kerjaan Majapahit

Setelah kematian Hayam Wuruk pada tahun 1389, kekuasaan Majapahit memasuki masa penurunan akibat konflik suksesi. Hayam Wuruk digantikan oleh putri mahkota Kusumawardhani, yang menikah dengan seorang kerabat, Pangeran Wikramawardhana. Hayam Wuruk juga memiliki seorang putra dari pernikahan sebelumnya, Pangeran Wirabhumi, yang juga mengklaim takhta.

Terjadinya perang sipil, yang disebut Paregreg, diperkirakan telah terjadi tahun 1405-1406, yang memunculkan Wikramawardhana sebagai pemenang dan Wirabhumi ditangkap dan dipenggal. Wikramawardhana memerintah hingga tahun 1426 dan digantikan oleh putrinya Suhita, yang memerintah dari tahun 1426 ke 1447. Dia adalah anak kedua dari Wikramawarddhana dari seorang selir yaitu putri Wirabhumi.


Perkembangan agama islam melahirkan masyarakat islam di majapahit yang bersifat demokratis dan tidak mau mengakui kekuasaan raja sebagai kekuasaan dewa. Kehidupan agama islam itu menggoncangkan sendi-sendi kehidupan keagamaan dan kepercayaan pada masyarakat majapahit, yang masih menganut agama hindu.

Faktor Penyebab Keruntuhan Kerajaan Majapahit
Ilustrasi Pada Saat Perang Paregreg

Perkembangan agama islam di majapahit mula-mula terjadi di kota-kota pelabuhan yang masyarakatnya banyak berhubungan dengan pada pedagang asing yang beragama islam. Agama islam yang bersifat demokratis dan dinamis mudah berkembang pada masyarakat pedagang di daerah pantai. Para adipati yang memeluk agama islam yang mendapat pembinaan dari para wali. Pertumbuhan islam masuk pula ke daerah pedalaman dan lingkungan keraton. Sikap raja majapahit tidak melarang berkembangnya agama islam di wilayahnya.

Faktor Penyebab Keruntuhan Kerajaan Majapahit
Peta Lokasi Kerajaan Majapahit

Dalam buku babad diponegoro diceritakan bahwa terjadi dialog antara raja majapahit terakhir, Kertawijaya dengan sunan ampel dan sunan giri. Setelah mendengar penjelasan kedua sunan itu tentang agama islam, maka raja kertawijaya menyatakan, bahwa maksud agama islam dan budha adalah sama, yang berbeda adalah cara beribadahnya. Karena itu saya, kata kertawijaya tidak melarang rakyat saya untuk memeluk agama baru itu, asal dilakukan dengan penuh kesadaran dan keyakinan, tanpa paksaan.

4 Faktor Penyebab Keruntuhan KERAJAAN MAJAPAHIT Secara Singkatnya


Beberapa faktor penyebab kemunduran Majapahit yang dijelaskan secara singkat sebagai berikut.

1. Tidak ada lagi tokoh di pusat pemerintahan yang dapat mempertahankan kesatuan wilayah setelah Gajah Mada dan Hayam Wuruk meninggal.
2. Struktur pemerintahan Majapahit yang mirip dengan sistem negara serikat pada masa modern dan banyaknya kebebasan yang diberikan kepada daerah memudahkan wilayah-wilayah jajahan untuk melepaskan diri begitu diketahui bahwa di pusat pemerintahan sedang kosong kekuasaan.
3. Terjadinya perang saudara, di antaranya yang terkenal adalah Perang Paregreg (1401 – 1406) yang dilakukan oleh Bhre Wirabhumi melawan pusat Kerajaan Majapahit. Bhre Wirabhumi diberi kekuasaan di wilayah Blambangan
4. Masuknya agama Islam sejak zaman Kerajaan Kediri di Jawa Timur menimbulkan kekuatan baru yang menentang Majapahit.

Kemerosotan kekuaasaan majapahit disebabkan oleh beberapa hal, antara lain perebutan kekuasaan diantara keluarga raja sepeninggal hayam wuruk. Yang kedua berkembangnya agama islam di wilayah majapahit.

Faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit Penjelasan Lebih Lengkapnya


Kemerosotan kekuasaan istana majapahit menyebabkan para adipati daerah pantai yang beragama islam membebaskan diri dan tidak tunduk lagi pada perintah-perintah raja majapahit.

Runtuhnya Kerajaan Majapahit disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor itu meliputi :

Faktor Agama

Penyebaran Islam di Asia Tenggara, melalui jalur perdagangan yang lebih dulu terpengaruh adalah para pedagang, maka para pedagang Majapahit beragama Islam, tetapi Majapahit masih Hindu. Para pedagangpun menentang Majapahit dan meninggalkan Majapahit.

Faktor Politik

Dalam negeri, kesatuan Majapahit itu berkat kekuatan Gajah Mada, tetapi setelah Gajah Mada Meninggal, banyak daerah Cina yang otonom tak membayar pajak dan meninggalkan Majapahit.

Faktor Perselisihan

Sebelum Majapahit runtuh terjadi perang saudara (perang paregreg) pada tahun 1405-1406 antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Yang diakhiri dengan meninggalnya Wirabhumi.
Terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an.
Pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468.
Faktor Ekonomi

Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15, sudah mulai berdirinya kerajaan-Kerajaan yang bercorak islam. Karena itu, para pengikut Majapahit sudah mulai meninggalkan Majapahit sedikit demi sedikit untuk berpindah ke kerajaan Islam tersebut.

selain itu, Kelemahan pemerintahan pusat akibat perang saudara mengakibatkan kemunduran ekonomi Majapahit. Perdagangan di kepulauan Nusantara diambil alih oleh pedagang-pedagang Melayu dan Islam

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post