Senin, Juli 03, 2017

Dear Cewek, Jangan Coba-coba Lakukan 8 Hal Ini di Awal Pacaran, Bisa-bisa Hubunganmu Jadi Berantakan!

author photo


MereNyaho.com - Dia bukan layanan pesan antar 24/7 yang bisa menjalani sepanjang hari denganmu, janganlah menekannya supaya melakukan itu. Biarkan dia mengeksplor dunia dan kamu akan dibuat kagum pada caranya menghabiskan waktu bersamamu, tanpa perlu merenggut kebebasannya.
Ketika kamu memasuki hubungan yang baru, sangat lumrah untukmu merasa seolah-olah sedang ada di langit kesembilan. Setelah masa kesendirian terlewati, kini ke mana-mana ada yang menemani. Tidak ada lagi hari-hari yang menyebalkan sebab dia siap sedia memberi kenyamanan lewat pelukan. Akhir pekan pun tak pernah absen untuk dihabiskan berdua. Penginnya sih, bangun pagi juga berada di ranjang yang sama, tapi apa daya, namanya masih pacaran.

Sederhananya, itu hal yang normal bila kamu merasa bersemangat dan penuh harapan tentang masa depan hubunganmu, meski tidak akan pernah tau apakah pacar barumu adalah dia yang ditakdirkan untuk menghabiskan hidup selamanya bersamamu. Karena gelora emosi yang kamu rasakan, kemungkinan bahwa kamu mudah dikalahkan oleh perasaan ini sangatlah kuat.

Kamu melakukan berbagai tindakan, tapi juga melupakan banyak kepentingan. Ketika ini terjadi, hubunganmu sangat mungkin berakhir karena sejumlah hal yang tak seharusnya seorang pun lakukan di awal pacaran.


1. Karena ingin melihat usahanya sekaligus menjaga gengsi, kamu pun berlagak sangat sulit didapatkan.





Memang benar jika kamu tidak perlu terlihat selalu ada untuknya di awal pacaran karena cowok selalu suka dengan yang namanya pengejaran. Namun, bukan berarti adalah hal yang baik untuk berakting seakan-akan kamu cewek paling susah ditaklukan. Dia pasti akan menyadari tindakanmu dan itu nggak akan membuat kesan yang baik bagi dirinya.

Kamu nggak perlu terus-terusan mantengin layar gadget. Cukup jawab pesan dan teleponnya kalau kamu memang tidak benar-benar sibuk. Kalau dia mengajak kencan dan waktumu juga kosong, jujurlah kepadanya untuk mengatakan 'iya'.


2. Kamu memang sudah menjomblo sekian lama, tapi menjadi terlalu lengket dan membutuhkannya justru sangat rentan menjadi penyebab kejenuhan.





Kamu belum khatam memelajari dirinya. Nggak banyak tentang dia yang kamu ketahui karena itu secara alami akan kamu pahami saat menghabiskan berbagai momen bersamanya. Dengan dalih ingin mengenalnya lebih dekat, kamu pun selalu haus akan kehadirannya. Kamu langsung menjadikannya subyek nomor satu dalam hidupmu, di mana seluruh perhatian kamu curahkan.

Namun, dia juga perlu bernapas dan melakukan berbagai kegiatan sendiri. Kalaupun dia benar-benar mencintaimu, dia dan kamu harus tetap memiliki me time. Dia bukan layanan pesan antar 24/7 yang bisa menjalani sepanjang hari denganmu, janganlah menekannya supaya melakukan itu. Biarkan dia mengeksplor dunia dan kamu akan dibuat kagum pada caranya menghabiskan waktu bersamamu, tanpa perlu merenggut kebebasannya.


3. Sedikit-sedikit cemburu, sedikit-sedikit melarang. Posesif hanya membuatmu menjadi sosok yang dihindari.





Si dia tentu punya teman lawan jenis yang masih ia lihat dan berinteraksi dengannya. Nggak panteslah mencegah-cegah dia ketemuan sama temannya apalagi untuk sesuatu yang memang penting. Kamu nggak mau dianggep psycho, kan? Cemburu memang wajar, tapi kontrol perasaan itu. Jangan sampai meledak-ledak karena sebelum kamu menjadi pacarnya pun, mereka sudah ada di sana untuk dia dan teman-temannya.

Dia malah bisa mengabaikanmu kapan saja karena bosan kamu curigai. Kamu pun mungkin memiliki teman lawan jenis yang tidak ingin kamu jauhi. Jadilah seseorang yang bisa memahami dan mengetahui batas-batasan sebagai pacar baru.


4. Hidup seperti milik berdua saja. Sahabat? Duh, sampai lupa.






Cuma karena kamu sudah punya pacar, bukan berarti kamu meninggalkan mereka yang telah membantumu bertahan hidup semasa single. Weekend yang kemarin-kemarin kamu habiskan dengan mereka, seakan dihapus begitu mudahnya. Jangan sampai datang kepada sahabatmu hanya di saat kamu punya masalah dengan si dia. Seandainya begitu, mereka juga malas dengan kehadiranmu.



5. Dia bukan peramal, jangan paksa dia untuk membaca pikiranmu. Klise memang, tapi masih saja dilakukan.





Masih baru pacaran dan sedang hangat-hangatnya, kamu pun berasumsi bahwa dia akan selalu tau apa yang sedang ada di pikiranmu. Seolah-olah kesibukannya berpusat pada dirimu saja. Sudah seharusnya kamu menyampaikan harapan dan kebutuhanmu kepadanya, sehingga dia dapat melakukan sesuatu agar hubungan kalian berkembang.

Jika kamu terus saja berekspektasi supaya dia tau persis apa yang berlari-lari di benakmu, kamu justru akan tenggelam dalam kekecewaan. Lalu, kamu pun diam-diam menumpuk dendam, siap meledak sewaktu-waktu. Hubungan yang tadinya manis, harus menjadi pahit dalam sekejap.


6. Lebih baik membenci dirimu sendiri, daripada mencintai pribadi yang sebenarnya bukan kamu. Bohong? Sepertinya tidak perlu.





Dalam upaya untuk membuat dirimu tampak lebih baik daripada yang sebenarnya, beberapa kali kamu memutarbalikkan fakta di hadapannya. Semua terjadi ketika kamu dengan berusaha mengesankannya. Untuk menutupi kebohongan itu, kamu pun dipaksa untuk membuat kebohongan lain hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Akhirnya, kamu terjebak dalam kebohongan yang mengakar. Dia pantas untuk mengetahui yang sebenarnya karena dengan itu, dia pun bisa mencintaimu dengan pantas. Siapapun kamu dan kepribadianmu, seharusnya tak menjadi masalah jika dia benar-benar tulus menyayangimu.


7. Terlihat serius sah-sah saja. Namun, langsung membicarakan masa depan, baginya justru seperti ancaman.





Kamu baru saja pacaran, tapi sudah mulai membawa diskusi tentang mau dibawa ke mana hubungan kalian selanjutnya. Duh, daripada menekan dia dengan obrolan perihal pernikahan dan punya anak berapa, semestinya kamu lebih berfokus pada membuat hubungan bisa dinikmati berdua. Saat-saat yang tepat akan datang dan itu bukan di awal pacaran. Santailah dulu karena bila dia pun sungguh-sungguh, dia malah sedang diam-diam berjuang menghalalkanmu.


8. Teknologi memang dibuat untuk mempermudah, tapi bukan berarti chatting panjang untuk membicarakan hubungan begitu dalam.





Mengirimnya pesan lucu di sela-sela kegiatan atau puisi romantis sungguh menyenangkan. Ketika dia pun stres dengan tugas yang dikerjakan, tentu sejenak bisa terhibur dengan itu. Di awal pacaran, mungkin kamu berniat menceritakan semuanya. Sesekali, kamu pun mulai habis topik obrolan. Namun, tak perlu merencanakan atau membicarakan hal serius terkait hubungan kalian dalam pesan singkat. Kalau memang begitu penting, bertatap mukalah dengannya. Ini hanya membuatmu tampak tidak serius di matanya.

Kerap kali, cewek "berhenti mengejar" mimpinya ketika mereka berada dalam hubungan yang baru. Membiarkan dunia berputar sebatas pada pacarnya saja. Jangan biarkan ini terjadi kepadamu. Biarpun kamu ingin menghabiskan waktu dengan dia, penuhi dulu kebahagiaanmu sendiri. Jika si dia punya minat yang sama sepertimu, kamu bisa membuat jalinan yang bermanfaat dan kuat.

Bijaksanalah menjalaninya, kamu bisa saja melakukan kesalahan di awal hubungan. Belajarlah dari kesalahan untuk selalu membuat hubunganmu berkualitas.

Sumber : daihatsu.co.id

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post