Minggu, Juni 18, 2017

TRAGIS, Pengantin Wanita MENINGGAL 2 Jam Sebelum Akad NIkah Berlangsung

author photo
MereNyaho.comTragis, Pengantin Wanita MENINGGAL 2 Jam Sebelum Akad Nikah Berlangsung, Pernikahan seharusnya menjadi hari bahagia, namun tidak dengan pernikahan Elsa Putri Julita dan Darmadi. Pesta pernikahan yang sedianya digelar Minggu 7 Mei 2017 di Palembang itu berubah menjadi kesedihan.

Rencana keluarga besar menggelar resepsi pernikahan pun pudar. Padahal, tenda dan panggung untuk resepsi pernikahan sudah terpasang di halaman rumah di Jalan Sako Pancasila RT 05 RW 02 Kelurahan Sako Baru, Kecamatan Sako Palembang.

Meninggal 2 Jam Sebelum Akad Nikah


Meninggal 2 Jam Sebelum Akad Nikah,TRAGIS, Pengantin Wanita MENINGGAL 2 Jam Sebelum Akad NIkah Berlangsung

Hari yang direncanakan sebagai hari resepsi pernikahan mereka pun menjadi hari pemakaman Elsa. Jenazahnya dimakamkan di TPU Kramat Jong pada Minggu pagi.

Dwi Syahrial, bapak dari almarhumah Elsa, mengatakan, Elsa merasa nyeri dan sesak pada dadanya dua jam jelang akad nikah. Namun kondisinya tetap sadar dan bisa duduk serta berdiri.

Saat merasakan sesak, Elsa sempat berpindah-pindah kamar di dalam rumah. Lantaran terus sakit sesak dan tak mampu menahan rasa nyeri, Elsa pun akhirnya dibawa ke rumah sakit.

"Waktu itu jam 12 siang Elsa merasa sakit sesak, tapi tidak pingsan. Memang jam dua siangnya itu mau akad nikah," ungkapnya.

"Karena Elsa terus merasa sesak, kami bawa ke Rumah Sakit Cabang Charitas di Lebong Gajah. Sewaktu dalam perjalanan, Elsa ngomong 'Pak, sakit nyeri' sambil memegang dadanya," ujar Dwi.

Masih ingat betul dalam benak Dwi dan Yulina, ibunya, saat menuju perjalanan mengantarkan Elsa ke rumah sakit. Elsa sempat berpamitan kepada kedua orangtuanya.

"Pak, Bu, aku dak bakalan lamo lagi. Itulah kata-kata yang diucapkan Elsa. Tapi ibunya bilang bertahan saja Nak, kita berobat," ungkap Dwi.

"Kami sudah pasrah dan waktu itu jam satu lewat, saya merasa Elsa sudah tidak bernyawa lagi saat masuk ke UGD," tambah Dwi menahan tangis.


Sewaktu membawa Elsa ke rumah sakit, Dwi mengatakan, pihak keluarga dan kerabat memang sudah berkumpul di rumah untuk persiapan akad nikah. Sementara itu, pihak besan mempelai pria dan penghulu belum sampai ke rumah.

"Kami jalan ke rumah sakit, penghulu dan pihak besan sudah datang ke rumah. Waktu memang kami sudah siap, tapi saya dan ibunya Elsa sama sekali belum berpakaian rapi. Begitu juga dengan Elsa yang masih berpakaian seperti biasa dan belum sama sekali didandani," ujar Dwi.


Keluarga tak pernah menyangka Elsa bakal menghembuskan nafas terakhir di hari pernikahannya. Sang ayah, Syarial, mengaku hanya sempat mendengar putrinya mengeluhkan nyeri pada bagian dada.

Elsa kemudian dibawa ke rumah sakit di Lebong Gajah. Sepanjang perjalanan, kata Syarial, putrinya terus mengeluh nyeri.

Nahas. Di perjalanan, nyawa Elsa tak tertolong. Perempuan kelahiran 1997 itu meninggal dunia.

Wafat di Pangkuan Ibu, Calon Suami Tak Tahu


Menurut ibunda Elsa, Yuliana, sebagaimana dilaporkan laman Eberita, putrinya sempat meminta maaf sebelum meninggal dunia di pangkuannya.

Meninggalnya Elsa awalnya tidak diketahui oleh pengantin pria dan keluarganya. Sebab, saat Elsa dibawa ke rumah sakit, rombongan pengantin pria belum sampai ke lokasi resepsi.

Selang beberapa jam kemudian, kerabat dari pengantin lelaki dan wanita berkumpul untuk menggelar upacara pemakaman. Esok harinya, Elsa yang dimakaman keluarga di TPU Kramat Jong pada pagi harinya.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post