Senin, Juni 19, 2017

KONFLIK MASYARAKAT MULTIKULTURAL

author photo
MereNyaho.com ~ Hey Friends, Pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan tentang materi KONFLIK MASYARAKAT MULTIKULTURAL dan yang akan dibahas mulai dari pengertian konflik masyarakat multikurtural, penyebab konflik masyarakat multikurtural, konflik masyarakat multikurtural yang pernah terjadi di indonesia dan cara penanggulangan konflik akibat Multikulturalisme.

KONFLIK MASYARAKAT MULTIKULTURAL dan yang akan dibahas mulai dari pengertian konflik masyarakat multikurtural, penyebab konflik masyarakat multikurtural, konflik masyarakat multikurtural yang pernah terjadi di indonesia dan cara penanggulangan konflik akibat Multikulturalisme.

Pengertian Konflik


Konflik adalah proses social disosiatif yang dapat menyebabkan perpecahan dalam masyarakat karena ketidakselarasan dan ketidakseimbangan dalam suatu hubungan masyarakat.

Menurut Van den Berg, masyarakat majemuk relatif sering mengalami konflik. Hal ini disebabkan oleh adanya keanekaragaman unsur dalam masyarakat majemuk sehingga menimbulkan konflik.

Beberapa hal yang menyebabkan konflik adalah sebagai berikut:

a. Konflik tingkat ideologi atau gagasan

Konflik ini berupa perbedaan pandangan tentang berbagai hal yang bersifat mendasar di antara kelompok-kelompok sosial tertentu.

b. Konflik tingkat politis

Konflik pada tingkat ini terjadi dalam bentuk pertentangan di dalam pembagian status sosial, kekuasaan, dan sumber-sumber ekonomi yang ditandai dengan adanya aksi protes atau unjuk rasa, kerusuhan, hingga konflik bersenjata (armed attack). Fenomena ini bisa kita lihat dan kita saksikan bersama dari berita-berita di media massa, baik cetak maupun elektronik. Akhir akhir ini sering terjadi bentrokan antara pendukung dua partai yang berbeda. Juga di pemerintahan yang merupakan lembaga yang menjalankan kekuasaan, terlihat baku hantam dan perseteruan karena kalah mempertahankan kekuasaannya. Nah, menurut kalian semua, apa pendapatmu mengenai fenomena tersebut? Haruskah kita contoh dan bawa pada kehidupan sehari-hari?

Konflik Sosial Yang Pernah Terjadi Di Indonesia


Konflik-konflik sosial yang pernah terjadi di Indonesia, antara lain:

a. Konflik rasial

Setiap individu dalam ras tertentu menyadari bahwa terdapat perbedaan-perbedaan dalam diri mereka terhadap individu lainnya dan ras yang lain pula. Perbedaan-perbedaan ini sering menimbulkan pertentangan, misalnya etika pergaulan, cara berbicara, cara menghormati orang lain, dan ciri-ciri badaniah (fisik) lainnya. Selain itu, disebabkan oleh faktor lain, yaitu kelompok ras terbesar (mayoritas) sering kali menunjukkan dominasinya kepada kelompok minoritas dari berbagai aspek. Namun demikian, kelompok minoritas juga sering menutup diri terhadap pengaruh kelompok mayoritas agar kekuasaan yang sudah diperolehnya tetap tidak tergoyahkan.

b. Konflik antar suku bangsa

Setiap suku bangsa mempunyai perbedaan satu sama lain. Beberapa contoh perbedaannya adalah sebagai berikut:

1. Perbedaan bahasa daerah, misalnya bahasa Jawa, Sunda, Bali, Batak,Aceh, Papua, dan sebagainya.
2. Perbedaan adat istiadat, misalnya dalam perkawinan, upacara ritual, dan hukum adat.
3. Perbedaan garis keturunan, misalnya matrilineal, patrilineal, dan parental.
4. Perbedaan seni, misalnya bangunan rumah, peralatan kerja di sawah, dan pakaian adat.

Perbedaan-perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

1. Keadaan geografis yang tidak sama.
2. Wilayah Indonesia yang terdiri atas beribu-ribu pulau.
3. Latar belakang sejarah yang berbeda.
4. Lingkungan hukum adat dan garis kekerabatan yang berbeda.

c. Konflik antaragama

Perbedaan agama yang dianut oleh masyarakat akan membawa perbedaan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya cara berpakaian, cara bergaul, tata cara perkawinan, tata cara peribadatan, penerapan hukum warisan, dan corak kesenian. Perbedaan tersebut jika dijadikan masalah akan menimbulkan konflik antar pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama lainnya. KonfIik ini dapat menjadi besar dan lama tergantung dari pihak-pihak yang bertikai.

Upaya Penanggulangan Konflik Akibat Multikulturalisme


Sebagai makhluk sosial, tentunya kita tidak dapat hidup sendiri di dunia ini. Kita membutuhkan kehadiran orang lain dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Dalam lingkungan masyarakat tidah hanya terdapat satu kebudayaan masyarakat, melainkan terdiri dari beragam adat, budaya, agama, tingkat ekonomi, tingkat pendidikan dan lain sebagainya. Banyaknya perbedaan dalam masyarakat seperti ini biasa disebut dengan multikultural.

Masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang terdiri atas banyak struktur kebudayaan. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya suku bangsa di Indonesia yang memilki struktur sendiri yang berbeda dengan suku budaya yang lainnya.

Keanekaragaman dalam masyarakat multikultural adalah hal yang tidak bisa dihindari. Apa sajakah contoh dari keanekaragaman itu? Perbedaan agama, suku, bahasa, warna kulit, profesi, pola pokir, kemampuan ekonomi adalah contoh-contoh dari keanekaragaman sosial dalam masyarakat.

Tak jarang, keanekaragaman itulah yang membuat konflik diantara kelompok masyarakat tersebut, misalnya perlakuan kelompok masyarakat yang berasal dari suku betawi yang menertawakan cara berbicara orang-orang Jawa dengan logat mereka yang khas (medok), sedangkan mereka yang berasal dari kelompok Jawa merasa tidak dihargai, tersinggung dan sakit hati atas perlakuan orang-orang Betawi. Maka, terjadilah konflik diantara dua kelompok suku yang berbeda tersebut.

Karena sikap kedua suku adat dalam satu lingkungan masyarakat sosial yang tidak saling menghormati dan menghargai, timbullah kerenggangan dan ketidakharmonisan dalam bersosialisasi satu sama lain. Bahkan, mungkin bisa mamicu timbulnya rasa dendam diantara keduanya. Masalah diatas merupakan salah satu contoh dari banyaknya konflik yang terjadi akibat keragaman budaya dimasyarakat (multikultural).

Tidak hanya disebabkan oleh ragam budaya yang terdapat disuatu lingkungan masyarakat, perbedaan tingkat ekonomi pun bisa menyebabakan terjadinya konflik antar masyarakat.

Adanya multikultural di lingkungan masyarakat dari perbedaan tingkat ekonomi, misalnya kelompok masyarakat menengah kebawah merasa tidak terima dengan sikap yang ditunjukan oleh masyarakat menengah ke atas yang dianggap meremehkan. Namun sebaliknya, mereka yang menengah ke atas merasa resah dengan tingkah premanisme yang mungkin sering dilakukan masyarakat menengah kebawah.

Satu hal yang harus kita pahami adalah perbedaan bukanlah hambatan. Seharusnya kita tidak menyalahkan perbedaan yang ada, karena perbedaan sudah selayaknya terjadi. Tapi salahkanlah mengapa kita tidak bisa menerima perbedaan itu dengan lapang dan ikhlas. Memang sulit untuk menerima begitu banyak perbedaan yang ada dalam kehidupan.

Namun, seharusnya kita bisa mengambil banyak pelajaran dari setiap perbedaan yang ada. Karena sesungguhnya, segala bentuk perbedaan bukanlah hambatan untuk kita menjalin persaudaraan.
Dari kedua contoh perbedaan itu, berikut adalah cara untuk menyetarakannya :

1. Saling menghargai antarsuku. Jika suku Betawi menganggap bahwa suku jawa memiliki dialek bahasa yang lucu dengan kekhasannya, janganlah menertawakan atau bahkan melecehkan mereka bagaimanapun bentuknya. Apabila suku Jawa menyadari apa yang dilakukan oleh masyrakat suku Betawi, seminimal mungkin tidak akan membuat sakit hati atau dendam yang terpendam.

2. Memahami kondisi masing-masing. Mungkin ada yang merasa sakit hati atau tersinggung atas perilaku yang dilakukan oleh tetangga yang berasal dari tingkat ekonomi yang berbeda yang menyakitkan, bahkan seolah ia tidak peduli. Tapi itu semua tergantung pada cara pandang akan perbedaan yang ada.

3. Sesulit apapun masalah yang dihadapi berusahalah untuk tersenyum, meski sulit.
Saling menghargai dan memahami merupakan kunci utama untuk bisa menerima segala perbedaan yang ada di kehidupan kita. Semuanya memang memerlukan pembiasaan untuk bisa menerima perbedaan.

Selain cara tadi ada pula beberapa manajemen konflik yang dapat digunakan dalam strategi penanggulangan konflik:

Cara Menghindari Terjadinya Konflik


Menghindari Nilai-Nilai yang dapat Memecah Belah Persatuan dan Kerukunan Ber-bangsa dan Bernegara. Untuk membangun masyarakat multikultural yang rukun dan bersatu, ada beberapa nilai yang harus dihindari, yaitu:

a. Primordialisme

Primordialisme artinya perasaan kesukuan yang berlebihan. Sikap ini tercermin dari anggapan suku bangsanya adalah yang terbaik. Perasaan Superior, menganggap lebih rendah suku yang lain adalah sikap yang kurang terpuji bagi Masyarakat multi kultur yang sangat rentan mengundang konflik.

b. Etnosentrisme

Etnosentrisme artinya sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaannya sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan yang lain. Indonesia bisa maju dengan bekal kebersamaan, sebab tanpa itu yang muncul adalah disintegrasi sosial. Apabila sikap dan pandangan ini dibiarkan maka akan memunculkan provinsialisme yaitu paham atau gerakan yang bersifat kedaerahan dan eksklusivisme yaitu paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat.

c. Diskriminatif

Diskriminatif adalah sikap yang membeda-bedakan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku bangsa, ekonomi, agama, dan lain-lain. Sikap ini sangat berbahaya untuk dikembangkan karena bisa memicu munculnya antipati terhadap sesama warga negara.

d. Stereotip

Stereotip adalah konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Indonesia memang memiliki keragaman suku bangsa dan masing-masing suku bangsa memiliki ciri khas. Tidak tepat apabila perbedaan itu kita besar-besarkan hingga membentuk sebuah kebencian.

Langkah Penanganan Konflik Jika Konflik telah Terjadi


Gibson, et al (1996) menyumbangkan konsep bagi langkah penyelesaian konflik yang efektif antara lain:

a. Menjabarkan KepentinganTeknik penyelesaian konflik ini ditempuh melalui:

1) dengan memudahkan pencarian kepentingan yang sama dan tidak berkonflik dari kedua kelompok;
2) dengan membicarakan kepentingan setiap kelompok kepada yang lain tanpa menyorot secara tidak pantas kelompok yang lain untuk memaksakan kepentingan dengan dasar kepentingan tertentu.

b. Membangun hubungan kerja yang baik.

Teknik penyelesaian konflik ini ditempuh melalui:
1) memberi kesempatan kepada kelompok untuk mengatasi perbedaan-perbedaannya dalam perdebatan yang hangat;
2) memelihara jenis hubungan yang diinginkan oleh kelompok tapi sesuai;
3) mempermudah kelompok untuk mengatasi bersama-sama bila konflik timbul lagi.

c. Memberikan pilihan yang baik

Teknik penyelesaian konflik ini ditempuh melalui:
1) memacu kelompok untuk sumbang saran beberapa pilihan sebelum mengevaluasi mereka dan memilih di antara mereka;
2) mendorong/memberi semangat kepada kelompok untuk mencari jalan keluar untuk mencipta-kan nilai-nilai untuk perolehan bersama.

d. Dilihat sebagai keabsahan

Teknik penyelesaian konflik ini ditempuh melalui:
1) dengan tidak dipandang olehkelompok sebagai pengganggu;
2) dengan menanamkan pada kelompok rasa bahwa penyelesai-an yang dibuat akan adil dan memadai.

e. Pengenalan alternatif prosedural suatu pihak

Teknik penyelesaian konflik ini ditempuh dengan membolehkan kedua pihak untuk mengembangkan penilaian mereka sendiri yang realistis dan alternatif pokok pihak lain.

f. Memperbaiki komunikasi

Teknik penyelesaian konflik ini ditempuh melalui:
1) memperbanyak pertanyaan dan pengujian dari yang menjadi dasar perkiraan;
2) mempermudah pengertian dan diskusi dari pandangan pengikut;
3) membentuk komunikasi antar kelompok dua arah yang efektif.

g. Mengarahkan kekomitmen yang bijaksana

Teknik penyelesaian konflik ini ditempuh melalui:

1) memberi kesempatan kelompok untuk merancang kebijaksanaan yang realistis, operasional dan cendrung terlaksana;

2) menempatkan pihak-pihak dengan sumber yang efektif untuk acara di kejadian yang mereka gagal untuk mencapai persetujuan akhir atau kejadian yang tidak terlaksana.

Pemilihan Strategi di atas didasarkan atas pemikiran bahwa konflik Multikultur diIndonesia memiliki banyak variasi karena penyebab konflik yang berbeda-beda.
Ke tujuh langkah di atas memiliki lingkup yang yang lebih luas sehingga diharapkan mampu menyelesaikan konflik dari yang paling ringan hingga konflik yang paling berat.


Ringkasan Materi KONFLIK MASYARAKAT MULTIKULTURAL 


Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beragam budaya yang bersifat diverse serta sering terjadi konflik. Karakteristiknya yaitu : Terjadi segmentasi, memilki struktur dalam lembaga yang non komplementer, konsesnsus rendah, relatif potensi ada konflik, integrasi dapat tumbuh dengan paksaan, dan adanya dominasi politik terhadap kelompok lain.

Faktor yang menyebabkan keberagaman budaya ini adalah faktor geografis, pengaruh budaya asing dan kondisi iklim yang berbeda. Ini juga akan mempengaruhi karakteristik diri seseorang. Perbedaan karakteristik diri yang bawaannya sesuai dengan budayanya masing-masing akan memudahkan konflik terjadi antar individu yang berbeda. Tetapi untuk mengatasi itu semua kita perlu suatu penyetaraan, yaitu : Saling menghargai antarsuku di bidang apapun dan apapun kegiatannya ; memahami kondisi masing-masing (salingmenghargai) ; dan Sesulit apapun masalah yang dihadapi berusahalah untuk tersenyum, meski sulit.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post