Minggu, Juni 11, 2017

Jenis POLUTAN dan DAMPAK POLUTAN BAGI KESEHATAN DAN LINGKUNGAN

author photo
MereNyaho.com ~ Hallo pembaca blog MereNyaho, pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan mengenai polutan, mulai dari jenis polutan hingga dampak polutan bagi kesehatan dan lingkungan.

Pengertian Polutan

Polutan adalah bahan kimia atau bahan yang mencemari udara, air atau tanah dalam beberapa bentuk dan disebabkan oleh aktivitas manusia. Polutan adalah penyebab berbagai jenis krisis yang membahayakan manusia dan juga satwa liar dan lingkungan. Tiga jenis polusi utama adalah bentuk paling konvensional yang paling dikenal; Namun, ada beberapa tipe lain yang mengandung polusi dalam arti kata yang berbeda.

Jenis Jenis Polutan


Jenis POLUTAN dan DAMPAK POLUTAN BAGI KESEHATAN DAN LINGKUNGAN, Bahaya Polutan, Polusi Udara.

Polusi Udara

Sumber utama polusi udara berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, yang menyebabkan kelebihan karbon monoksida di atmosfer. Kendaraan umumnya menyebabkan polusi seperti ini, seperti juga pembakaran batu bara.

Bahan bakar fosil yang terbakar membuat zat yang biasa disebut asap, yang merupakan lapisan padat dari materi awan berbasis karbon monoksida. Polusi udara adalah faktor penyebab asma, kanker paru-paru, bronkitis kronis, serta banyak penyakit berbasis paru-paru lainnya. Pembakaran sejumlah besar bahan bakar fosil juga dapat mengakibatkan campuran asam sulfat dan nitrogen, yang dapat dikombinasikan membentuk hujan asam.

Polusi Air

Polusi air terutama disebabkan oleh limpasan air dari lokasi pertanian, lokasi industri dan lokasi perkotaan.

Limpasan terdiri dari bahan kimia berbahaya atau bahan kimia berbahaya yang terkontaminasi atau tidak wajar yang mengganggu sumber air untuk menginfeksi dan akhirnya menghancurkan air di dalamnya.

Limpasan pertanian mencakup racun yang ditemukan dalam pestisida dan herbisida, limpasan perkotaan mengandung sejumlah besar limbah organik dan limpasan industri seringkali mengandung racun kimia dan residu dalam jumlah tinggi.

Salah satu dari polutan ini yang masuk ke dalam sumber air dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, penyebaran penyakit berbahaya dan kematian dini dan manusia yang berpotensi prematur.

Polusi Tanah

Tanah bisa tercemar sebagai hasil pembuangan bahan kimia atau racun yang tidak tepat. Hal ini sering terjadi di dekat lokasi pertanian besar dimana herbisida atau pestisida digunakan berlebih pada tanaman pangan.

Situs yang tercemar seringkali menjadi lahan kosong tandus dengan tanah beracun. Situs-situs ini sering ditinggalkan dan tidak bisa digunakan, mengakibatkan hamparan lahan yang luas akan sia-sia.

Polusi lainnya

Jenis polusi lainnya dikenal dengan polusi ringan. Ini adalah hasil dari daerah perkotaan atau berpenduduk padat yang membutuhkan lebih banyak lampu yang tidak alami.

Jenis polusi ini dapat menyebabkan masalah pada pola migrasi burung serta mengganggu siklus hewan nokturnal. Hal itu juga membuat bintang dan fenomena selestial lainnya sulit dilihat.
Polusi suara adalah jenis lain dari polusi yang kurang dikenal yang disebabkan oleh kelebihan suara buatan manusia yang sangat keras dan mengganggu alam. Jenis polusi ini bisa berdampak pada pola pergerakan mamalia laut sekaligus kemampuan bersarang beberapa burung.

Dampak Polutan Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan


A. Dampak Polusi Udara

Polusi udara dapat terjadi jika jumlah atau konsentrasi polutan (zat pencemar) di udara sudah melebihi baku mutu lingkungan. Untuk masing-masing polutan di udara mempunyai nilai baku mutu yang berbeda. Udara yang telah tercemar oleh polutan tertentu dapat menyebabkan turunnya mutu udara di lingkungan tersebut. Udara yang telah tercemar dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya secara langsung. Tetapi udara yang tercemar juga dapat berdampak yang cukup luas seperti pemanasan global dan hujan asam. Peristiwa pemanasan global ditimbulkan karena peristiwa rumah kaca. Sedangkan hujan asam adalah meningkatnya konsentrasi asam di udara seperti peningkatan jumlah SO2 (sulfur dioksida) diudara sebagai hasil dari pembuangan asap kendaraan bermotor dan industri atau hasil pembakaran bahan bakar fosil yaitu bahan bakar minyak dan batubara.

Dampak Polusi Bagi Kesehatan

Polusi udara yang menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan lingkungan adalah:

1.Gas Karbon monoksida (CO)

Gas karbon monoksida (CO) di atmosfer dalam keadaan normal konsentrasinya sangat sedikit sekitar 0,1 ppm. Di daerah perkotaan dengan aktifitas penggunaan kendaraan bermotor dan industri yang padat, konsentrasi gas CO dapat mencapai 10 – 15ppm. Gas CO di dalam paru-paru bereaksi dengan hemoglobin pada sel darah merah yang dapat menghalangi pengangkutan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Dampak yang ditimbulkan adalah :

a)       Pusing/sakit kepala

b)       Rasa mual

c)       Pingsan (ketidak sadaran)

d)       Kerusakan jaringan otak

e)       Sesak nafas

f)        Kematian

g)       Gangguan pada kulit

h)       Gangguan penglihatan (efek jangka panjang)

2. Gas sulfur oksida (SO), nitrogen oksida (NO) dan ozon (O3)

Dampak negatif adanya penigkatan konsentrasi gas SO, NO dan O3 adalah :

a)       Iritasi mata

b)       Radang saluran pernafasan

c)       Gangguan pernafasan kronis (bronkitis, emfisema dan asma)

d)       Gangguan pada tumbuhan hingga kematian tumbuhan

3. Materi partikulat

Materi partikulat adalah partikel-partikel yang berukuran kecil seperti serbuk batu bara, serbuk kayu, serbuk batu, serbuk pasir, serbuk kapas, serbuk kwarsa, serbuk asbes. Materi partikulat banyak terdapat di daerah industri, pertambangan, daerah perkotaan yang padat penduduk dan daerah konstruksi (pembangunan gedung).

Dampak yang ditimbulkan adalah penyakit paru mulai dari peradangan hungga kangker paru-paru.

Materi partikulat yang lain adalah timbal (Pb) yang bersifat toksit (racun). Timbal yang masuk ke dalam tubuh dan sudah terakumulasi dalam kosentrasi tertentu dapat menyebabkan :

a)       menyerang berbagai sistem tubuh seperti sistem pencernaan dan sistem syaraf.

b)       Radang paru-paru sampai kanker paru-paru

c)       Gangguan jantung

d)       Gangguan ginjal

e)       Keterbelakangan mental pada anak-anak

f)        Gangguan kesehatan pada hewan

4. Asap rokok

Rokok terbuat dari tembakau mengandung Nikotin dan TAR

Nikotin adalah zat adiktif yang menimbulkan ketergantungan / kecanduan

Tar adalah senyawa polinuklir hidrokarbon aromatik

Undang-undang pengendalian rokok mensyaratkan kandungan Nikotin tidak boleh dari 1,5 mg dan kandungan tar tidak boleh lebih dari 50 mg.

Tar bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker)

Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya yaitu :

–       formaldehide, benzo-α-pyrene, (bagian dari tar)

–       nikotin,

–       gas CO.

Dampak yang ditimbulkan adalah :

a)       Gangguan pernafasan

b)       Penyakit jantung

c)       Flek di paru-paru

d)       Kanker paru-paru

5. Zat-zat penyebab kanker

Zat-zat penyebab kanker banyak ditemukan dalam ruangan atau jenis polutan udara dalam ruangan (indoor air pollutants). Polutan udara dalam ruangan antara lain:

a)       kloroform

b)       para-diklorobenzena

c)       tetrakloroetilen

d)       trikloroetan

e)       radioaktif (Radon (Ra))

Jika konsentrasinya berlebih bisa menyebabkab kanker.

6. Suara

Polusi suara terjadi jika amplitudo suara melebihi ambang batas yaitu 50 dB. Kekuatan suara yang lebih dari 50 dB sudah mulai bising hingga memekakkan telinga yang dapat menimbulkan :

a)       Gangguan organ pendengaran

b)       Kerusakan organ pendengaran

c)       Tuli

d)       Gangguan jantung

e)       Sakit kepala

f)        Stress secara psikologis

2. Asbut (asap kabut)

Asap kabut atau disingkat asbut (smog adalah singkatan dari smoke (asap) dan fog (kabut)). Istilah ini muncul sekitar awal abad 20, ketika itu asap dan kabut tebal menyelimuti kota London dampak dari revolusi industri besar-besaran di kota tersebut.

Berdasarkan jenis polutan penyebabnya:

a)          Asbut industri

Plolutan penyebab asbut industri adalah sulfur oksida (SO) dan materi partikulat yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil oleh industri. Materi partikulat yang terkandung dalam asbut industri menyebabkan warnanya menjadi keabu-abuan.

b)         Asbut fotokimia

Polutan utama penyebab asbut foto kimia adalah senyawa gas nitrogen oksida (NO) yang berasal dari asap kendaraan bermotor dan senyawa hidrokarbon yang berasal dari berbagai sumber. Gas nitrogen oksida dan hidrokarbon diudara mengalami reaksi fotokimia membentuk ozon (O3). Ozon diudara juga dapat bereaksi dengan polutan udara lainnya membentuk senyawa-senyawa jenis polutan sekunder yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Nitrogen oksida diudara menyebabkan asbut fotokimia berwarna kecoklatan.

Asap kabut/ asbut dapat mengganggu penglihatan dan pernafasan.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post