Minggu, Juni 04, 2017

ISOLATOR ~ 4 Sifat Bahan Isolator, Pengertian Isolator, dan Karakteristik Bahan Isolator

author photo
MereNyaho.Com ~ Hallo Pembaca blog MereNyaho, pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan tentang Sifat Bahan Isolator, Pengertian Isolator, dan Karakteristik Bahan Isolator, oke untuk lebih jelasnnya silahkan simak informasi dibawah ini.

Pengertian Isolator


ISOLATOR , Sifat Bahan Isolator, Pengertian Isolator, dan Karakteristik Bashan Isolator


Bagi kamu Yang bertanya tanya, apa itu isolator ?.....yang disebut sebagai bahan isolator adalah bahan dielektrik, ini disebabkan jumlah elektron yang terikat oleh gaya tarik inti sangat kuat. Elektron-elektronnya sulit untuk bergerak atau bahkan sangat sulit untuk berpindah, walaupun telah terkena dorongan dari luar. Bahan Isolator sering digunakan untuk bahan penyekat (dielektrik). Penyekat listrik terutama dimaksudkan agar listrik tidak dapat mengalir jika pada bahan penyekat tersebut diberi tegangan listrik. Untuk dapat memenuhi persyaratan tersebut, diperlukan jenis bahan yang sesuai.

Persyaratan Bahan Isolator


Berikut beberapa syarat suatu bahan dikatakan isolator
  • Mempunyai sifat dapat mengisolir arus listrik
  • Memiliki tahanan listrik (resistansi) yang besar sekali
  • Susunan atomnya sedemiikan rupa sehingga elektron valensinya sulit berpindah ke pita konduksi, karena celah energinya (energy gap) besar sekali
  • Jika terjadi perpindahan elektron dari pita valensi ke pita konduksi dengan kata lain terjadi tegangan tembus ( breakdown voltage)


Karakteristik Sifat Bahan Isolator


Berikut Karakteristik sifat bahan-bahan isolator

1. Sifat Kelistrikan Isolator  

Bahan penyekat mempunyai tahanan listrik yang besar. Penyekat listrik ditujukan untuk mencegah terjadinya kebocoran arus listrik antara kedua penghantar yang berbeda potensial atau untuk mencegah loncatan listrik ke tanah. Kebocoran arus listrik harus dibatasi sekecil mungkin mugkin (tidak melampaui batas yang telah ditentukan oleh peraturan yang berlaku).

2. Sifat Mekanis Isolator 

Mengingat luasnya pemakaian bahan penyekat, maka dipertimbangan kekuatan struktur bahannya. Dengan demikian, dapat dibatasi hal-hal penyebab kerusakan dikarenakan kesalahan pemakaiannya. Misalnya diperlukan bahan yang tahan tarikan, maka kita harus menggunakan bahan dari kain daripada kertas. Bahan kain lebih kuat terhadap tarikan dibanding bahan kertas.  

3. Sifat Termis Isolator

Panas yang ditimbulkan dari dalam oleh arus listrik atau oleh arus gaya magnet, berpengaruh terhadap kekuatan bahan penyekat. Demikian panas yang berasal dari luar (alam sekitar). Dalam hal ini, kalau panas yang ditimbulkan cukup tinggi,maka penyekat yang digunakan harus tepat. Adanya panas juga harus dipertimbangkan, agar tidak merusak bahan penyekat yang digunakan.

4. Sifat Kimia Isolator

Panas yang tinggi diterima oleh bahan penyekat dapat mengakibatkan perubahan susunan bahan kimia. Demikian juga pengaruh adanya kelembaban udara, kondisi basah yang ada disekitar bahan penyekat. Jika kelembaban tidak dapat dihindari haruslah dipilih bahan penyekat yang tahan terhadap air.

Demikian juga adanya zat-zat lain yang dapat merusak struktur kimia bahan. Mengingat adanya bermacam-macam asal, sifat dan ciri bahan penyekat, maka memudahkan kita dalam memilih untuk aplikasi dalam kelistrikan, kita akan membagi bahan penyekat berdasarkan kelompoknya.

4 Sifat Bahan Isolator


Isolator adalah bahan yang tahan saat dilewati listrik atau panas. Ada dua jenis isolator: listrik dan termal. Beberapa isolator yang umum contohnya termasuk kayu, plastik, kaca, porselen dan Styrofoam; Styrofoam dan plastik yang paling banyak digunakan dalam pengunaan rumah tangga. Styrofoam sering digunakan untuk melindungi lantai, atap dan ruang bawah tanah, karena mengurangi biaya pemanasan dengan mempertahankan panas di rumah. Ada sejumlah sifat yang dimiliki isolator sehingga dapat mencegah konduksi panas dan listrik.

Tahanan tinggi

Kemampuan untuk menghambat arus listrik saat dilewati dikenal sebagai hambatan listrik; resistensi ini diukur dalam ohm. Ketika satu volt menghasilkan satu ampere arus dalam suatu benda, hambatan akan menjadi satu ohm. Semua bahan kecuali superkonduktor memiliki beberapa hambatan; konduktor memiliki resistansi rendah, sementara isolator memiliki tingkat resistensi yang tinggi. Isolator panas juga memiliki kemampuan ketahanan panas yang sangat tinggi; ini mencegah mereka tidak mencair bahkan ketika mengalami suhu yang sangat tinggi.

Tegangan breakdown

Tegangan breakdown juga disebut kekuatan dielektrik. Semua isolator akan menghantarkan panas dan listrik jika mengalami tegangan yang sangat tinggi. Dengan memposisikan bahan pada tegangan yang sangat tinggi, komposisi bahan akan berubah dan itu akan kehilangan kemampuannya isolasinya; tegangan di mana perubahan ini terjadi dikenal sebagai Tegangan breakdown. Isolator yang berbeda memiliki tegangan breakdown yang berbeda, dan digunakan untuk tujuan yang berbeda. 

Sebagai contoh, plastik dapat digunakan sebagai insulator di rumah tangga di mana arus atau panas yang mengalir tidak terlalu tinggi, tetapi tidak dapat digunakan untuk keperluan industri. Keramik mungkin isolator terbaik dalam aplikasi industri, karena memiliki tegangan breakdown yang sangat tinggi.

Struktur atom

Dalam isolator, elektron valensi terikat erat bersama-sama; ini mencegah mereka tidak mudah bergerak. Ketika gerakan elektron dibatasi, tidak ada arus dapat mengalir, membuat zat dengan sifat seperti ini – misalnya, non-logam seperti kaca, kayu dan plastik – menjadi isolator yang sangat baik. Alasan kenapa cairan dan larutan air bukan isolator yang baik karena ketika mereka berada dalam keadaan ini mengandung ion terdelokalisasi yang memungkinkan arus listrik mengalir; yang sama akan berlaku saat membasahi plastik dan kayu.

Permeabilitas udara

Permeabilitas udara, kemampuan suatu material untuk memungkinkan udara mengalir melalui pori-pori, adalah sifat yang diperlukan untuk isolator panas atau termal. Isolator yang baik memiliki permeabilitas udara yang tinggi, karena udara adalah zat isolasi.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post